Follow our news chanel

Pemeriksaan HIV dan AIDS akan dilakukan di Puskesmas

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Guna memutus mata rantai penyebaran penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS), Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kota Jayapura melakukan upaya pemeriksaan di Puskesmas yang ada di Kota Jayapura.

“Hal ini sudah lama kami lakukan, namun belum ada kesadaran masyarakat untuk memeriksakan dirinya. Padahal, ini penting agar ketika positif dapat langsung ditangani oleh petugas,” kata Ketua KPA Kota Jayapura, Rustan Saru Rabu (23/1/2019) menjawab pertanyaan Jubi.

Kata Rustan Saru yang juga wakil wali kota Jayapura tersebut, pihaknya sedang melakukan lokakarya strategi rencana aksi penanggulangan HIV dan AIDS Kota Jayapura yang berlangsung di Hotel Aston Jayapura.

“Nantinya di lokakarya tersebut kami juga akan membahas soal bagaimana penanganan kepada penderita. Kita jangan mendiskriminasi mereka (penderita) karena penularan penyakit tersebut hanya bisa ditulari dari hubungan seks dan juga alat suntik (narkoba),” ujarnya.

Disinggung apakah pihaknya akan mendorong pemerintah Kota Jayapura untuk mengeluarkan instruksi wali kota terkait dengan masyarakat wajib melakukan tes HIV dan AIDS ketika berobat di puskemas atau rumah sakit di Kota Jayapura, kata Rustan hal itu akan dibahas dalam lokakarya tersebut.

“Kalau untuk kebaikan kenapa tidak? Semua ini kita lakukan guna mewujutkan Kota Jayapura zero HIV dan AIDS pada tahun 2020 mendatang,” katanya.

Loading...
;

Sebelumnya Kepala Unit Pelaksana Teknis AIDS, TB, dan Malaria, Dinas Kesehatan Papua, dr. Beery Wopari, mengatakan sebenarnya sejak 2014 kasus HIV dan AIDS di Papua mengalami penurunan, meski tidak terlalu signifikan.

“Pada 2014 mencapai 4.452 kasus baru yang ditemukan dari 29 kabupaten dan kota, namun hingga 2018 ini yang terdeteksi atau ditemukan kasus baru 1.993,” katanya.

Artinya jelas Wopari, sebagian besar masyarakat sudah bersedia melakukan pemeriksaan atau melakukan deteksi awal terhadap penyakit tersebut.

“Walaupun tidak dipungkiri banyak masyarakat yang masih enggan melakukan pemeriksaan,” katanya.

Wopari berharap proses eliminasi yang dilakukan Kabupaten Nabire yang tercatat memiliki angka HIV-AIDS tertinggi dapat dicontoh kabupaten lain di Provinsi Papua.

Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire melalui pelayanan telah melakukan pemeriksaan kepada setiap masyarakat yang melakukan pengobatan di sejumlah Puskesmas. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top