Follow our news chanel

Previous
Next

Pemerintah diminta alihkan anggaran PON untuk bantu rakyat hadapi Covid-19

Papua, Covid-19,
Foto ilustrasi, menjaga jarak antarorang untuk menurunkan risiko penularan virus korona. - pixabay.com
Pemerintah diminta alihkan anggaran PON untuk bantu rakyat hadapi Covid-19 1 i Papua
Foto ilustrasi, menjaga jarak antarorang untuk menurunkan risiko penularan virus korona. – pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Tokoh pemuda Papua, Ismail Asso meminta pemerintah daerah di Papua mengalihkan anggaran penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional atau PON XX Papua 2020 menjadi bantuan tunai bagi rakyat yang terdampak pembatasan sosial dalam penanganan Covid-19 di Papua. Hal itu disampaikan Asso di Jayapura, ibu kota Provinsi Papua, pada Senin (30/3/2020).

Asso menyatakan Pemerintah Provinsi Papua maupun pemerintah kabupaten/kota di Papua harus mempertimbangkan bantuan tunai untuk rakyat yang penghasilannya menurun atau hilang gara-gara kebijakan pembatasan sosial. Pembatasan sosial itu menurunkan penghasilan para pedagang, dan membuat para pekerja harian atau pekerja sektor informal kehilangan penghasilan.  “Saya lihat banyak yang mengeluh kehilangan konsumen,” kata Asso.

Asso menyatakan alokasi anggaran penyelenggaran PON XX Papua harus segera dialihkan menjadi bantuan tunai, demi menopang hidup para pedagang, pekerja harian, dan pekerja sektor informal di Papua. Dengan demikian pembatasan sosial akan efektif.

Menurut Asso, kebijakan pembatasan sosial tidak akan berjalan efektif jika rakyat justru kehilangan pendapatan gara-gara pembatasan sosial. Subsidi bagi rakyat yang terdampak menjadi kuncinya.

“Alokasi dana PON dialihkan untuk subsidi rakyat [yang] terdampak [kebijakan itu]. Intinya perlu ada bantuan tunai bagi rakyat [yang] terdampak lockdown. Itu harus, sebagai konsekuensi dari kebijakan pemerintah. Polisi jangan hanya [mengejar] warga, tapi diberi tugas untuk membagikan sembako,” ujar Asso.

Mama Marta, salah satu penjual ikan air tawar di Pasar Expo Waena, Kota Jayapura, mengatakan pembatasan waktu berjualan membuat ia tidak bisa lagi berjualan ikan hingga pukul 20.00 WP. Akhirnya, tidak semua ikan dagangannya habis terjual. “Ada ikan yang kita bawa pulang. Sudah ada pegumuman tidak lanjut jualan,” ujar Marta pada Senin.(*)

Loading...
;

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top