Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Pemerintah diminta buat aturan lindungi masyarakat adat

Mama Papua sedang menokok dagu di Sentani. - Agus Jubi
Pemerintah diminta buat aturan lindungi masyarakat adat 1 i Papua
Mama Papua sedang menokok dagu di Sentani. – Agus Jubi

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi –  Pemerintah Provinsi Papua, Papua Barat dan Pemerintah Daerah diminta membuat regulasi khusus untuk menjaga dan melindungi potensi lokal.

Ketua Dewan Adat Papua (DAP) versi KLB, Dominikus Surabut mengatakan, potensi lokal masyarakat adat harus dilindungi sebagai jaminan identitas orang asli Papua.

Pemerintah diminta buat aturan lindungi masyarakat adat 2 i Papua

“Seperti kopi, sagu, karet, coklat, buah merah potensi lokal yang ungul tersebut dibuat regulasi oleh pemerintah daerah masing-masing agar pontensi yang ada tersebut yang punya hak untuk menjual adalah masyarakat Papua sendiri,” katanya, Kamis (14/11/2019).

Dengan membuat regulasi potensi lokal, KAP Papua punya peran untuk memfasilitasi masyarakat dalam program berjenjang. Hasilnya diharapkan masyarakat bisa mandiri.

“Potensi lokal ini daerah semua daerah harus di data lalu di akomodir dalam program KAP Papua dalam Konferpussus saat ini,” katanya.

DAP juga berpesan kepada pengusaha Papua agar menjadi pengusaha musiman, atau dadakan sehingga tak profesional dslam menjalankan usaha.

Loading...
;

Sebelumnya, Ketua DPR Papua Yunus Wonda, mengatakan anggota DPR Papua periode 2019-2024, akan merumuskan semua rancangan peraturan daerah (Raperda) untuk melindungi hak ekonomi kerakyatan Orang Asli Papua (OAP). Bahan pembahasan mengulas buah pinang, dan panganan lokal Papua, sagu, betatas atau ubi jalar dan keladi hanya dijual orang asli Papua.

“Perda itu harus kami perjuangkan. Hal-hal kecil saja dulu, ”kata Yunus Wonda kepada Jubi, Rabu (13/11/2019).

Menurut dia, pembahasan Raperda yang besar-besar selama ini selalu bertolak belakang dengan pemerintah pusat. “Beberapa Raperda yang kami ajukan selama ini ditolak,” kata Yunus. (*)

Editor: Edho Sinaga

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top