Follow our news chanel

Pemerintah diminta tidak lanjutkan kerja sama dengan PT Angkasapura Support

Calon pimpinan Perusda Baniyauw, Nelson Ondi - Jubi/Engel Wally
Pemerintah diminta tidak lanjutkan kerja sama dengan PT Angkasapura Support 1 i Papua
Calon pimpinan Perusda Baniyauw, Nelson Ondi – Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Calon Ketua Perusahaan Daerah (Perusda) Baniyauw Kabupaten Jayapura, Nelson Yosua Ondi, meminta kerja sama Peemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura dengan PT. Angkasapura Support tidak dilanjutkan.

Menurutnya, ketika pengurus Perusda Baniyauw yang baru dilantik serta diberikan kepercayaan, maka segala persiapan terkait pengelolaan pajak parkir Bandara Sentani siap dikelola dengan sistem teknologi informasi yang terbaru.

“Masa kontraknya akan berakhir pada Desember mendatang. Oleh sebab itu jauh hari kami menyampaikan ini kepada pemerinah daerah agar dapat diakomodir menjadi satu kebijakan bagi perusda untuk mengelolanya,” ujar Nelson Ondi, saat ditemui di Sentani, Senin (15/7/2019).

Dikatakan, Perusda akan memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang lebih dari yang diberikan oleh PT. Angkasapura Support, karena selama ini hanya 20 persen yang diberikan, sementara dari lahan parkir dan jumlah kendaraan yang ada sesungguhnya ada banyak pendapatan di sana.

“Contoh kasus, di dalam bandara ada lima koperasi yang mengakomodir 250 kendaraan. Di mana, satu kendaraan yang dikelola oleh koperasi ini seharinya wajib membayar Rp10 ribu. Sebelunya setiap taksi membayar Rp300 ribu, sebulan tiap kooperasi mendapat Rp75 juta dan setahun akan memperoleh Rp900 juta, khusus dari taksi bandara,” ungkapnya.

Tidak hanya jumlah koperasi dan kendaraan saja, kata Ondi, PT. Angkasapura Support juga tidak memperhatikan adanya kendaraan ilegal yang turut beroperasi di bandara. Hal ini jelas merugikan pendapatan tetapi juga kenyamanan pelayanan di dalam lingkungan bandara.

Loading...
;

“Sistem teknologi yang akan kami gunakan nanti adalah semua kendaraan dapat terpantau secara langsung dalam aktivitas muat penumpang, baik dari dan ke Bandara Sentani, layaknya Grab atau Gojek mobil di kota-kota besar. Asal hal ini memang diberikan kepercayaan kepada kami,” katanya.

Dirinya berharap, agar ke depan semua aset Pemkab Jayapura yang dikelola oleh pihak dari luar pemkab yang bermuara kepada pendapatan dapat dikelola kembali oleh Perusda Baniyauw.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, Subhan, mengatakan masih banyak aset Pemkab Jayapura yang masih dikelola oleh pihak luar. Oleh sebab itu, pihaknya sedang melakukan inventarisasi asset-aset tersebut.

“Ketika asset-aset pemerintah daerah telah didata dengan baik maka harus dikelola kembali oleh pemerintah daerah sendiri atau diberikan kepercayaan kepada pihak ketiga untuk mengelola dengan perjanjian kerja sama di antara kedua belah pihak,” pungkasnya.

Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Jayapura, pada 8 Desember 2017 lalu telah melakukan penandatanganan kerja sama dengan PT. Angkasapura Support tentang pengelolaan pajak parkir kendaraan bermotor di kawasan Bandara Sentani.

Dalam penandatanganan kerja sama waktu itu, Pemkab Jayapura diwakili oleh Yerry Ferdinand Dien selaku Plh Bupati Jayapura dan Trikora Harjo selaku Direktur Komersial dan Teknik PT. Angkasapura Support. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top