Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

Pasar Mama-mama Papua
Pasarl Mama-mama Papua di Kota Jayapura. - IST

Pemerintah harus beri solusi bagi Mama-mama Papua

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Rencana Pemerintah Provinsi Papua memberlakukan lockdown atau penutupan akses angkutan penumpang dari dan ke Papua akan berdampak kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Papua. Jika kebijakan lockdown itu diikuti dengan pembatasan waktu beraktivitas, Pemerintah Provinsi Papua diminta memberi solusi bagi Mama-mama Papua yang terdampak.

Hal itu disampaikan, Sekretaris Solidaritas Pedagang asli Papua (Solpap), Natan Naftali Tebay saat dijumpai di Waena, Kota Jayapura, Sabtu, (31/7/2021). Tebay menegaskan Pemerintah Provinsi Papua tidak boleh membiarkan masyarakat terlantar gara-gara kebijakan lockdown ataupun pembatasan waktu beratktivitas.

“Jangan sampai sama seperti setahun yang lalu. Banyak instansi yang mengambil data berupa KTP, kemudian tidak ada yang datang memberikan bantuan kepada Mama-mama Papua. Hal itu harus diperhatikan,” kata Tebay.

Tebay meminta pemerintah daerah menyediakan bantuan sembako bagi keluarga tidak mampu. “Kebutuhan sehari-hari berupa sembako seperti, beras, sayur, daging, minyak tanah dijamin harus aman. Hal itu harus dipikirkan [dengan] matang oleh pemerintah dalam [menjalankan] kebijakan untuk lockdown,” katanya.

Baca juga: Benahi Pasar Mama-mama sebelum PON XX Papua dimulai

Tebay menyebut penutupan akses angkutan penumpang dari dan ke Papua adalah langkah yang baik untuk mencegah penyebaran COVID-19 di Papua. Akan tetapi, jika penerapan lockdown itu diikuti pembatasan waktu beraktivitas, Tebay mengatakan pemerintah seharusnya memantau apa kebutuhan mendesak para warga yang tidak memiliki penghasilan tidak tetap.

“Kalau akses transportasi udara dan laut ditutup untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 dari luar Papua, itu sangat baik. Lockdown khusus untuk bandara dan pelabuhan [laut] tidak akan mempengaruhi pendapatan Mama-mama. [Akan tetapi, jika lockdown diikuti] pembatasan waktu aktivitas, berdampak. Jadwal Mama-mama Papua berjualan itu mulai pukul 15.00 sampai tengah malam,” kata Tebay.

Loading...
;

Ia menyatakan pemerintah seharusnya memberikan ganti rugi atas potensi pendapatan Mama-mama Papua yang hilang gara-gara pembatasan waktu beraktivitas. “Mama-mama mereka melakukan aktivitas jual-beli di pasar untuk mendapatkan uang. Ketika [dibatasi], maka pemerintah harus bisa memenuhi kebutuhan mereka juga,” kata Tebay.

Ketua Solpap, Frengky Warer mengatakan, pemerintah juga harus menjamin keberlangsungan hidup bagi masyarakat. “Masyarakat harus bisa mengkritisi sikap pemerintahan yang apatis terhadap masyarakat,” kata Warer. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Scroll to Top