HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Pemerintah Indonesia diminta hentikan pengiriman militer ke Papua jelang Natal

Foto ilustrasi pengiriman pasukan militer ke daerah pegunungan di Papua. -Jubi/Dok
Foto ilustrasi pengiriman pasukan militer ke daerah pegunungan di Papua. -Jubi/Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Paniai, Jubi – Sekretaris Fraksi Membangun Papua di DPR Papua, Alfred Fredy Anouw menegaskan, Pemerintah Indonesia seolah-olah sengaja menciptakan konflik sosial di Papua, dengan dikirimnya sejumlah pasukan ke daerah pegunungan di Papua menjelang perayaan Natal.

Tiga pekan lalu, Anouw mengaku pernah meminta kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kapolri dan Panglima TNI, agar menghentikan pengiriman militer di seluruh wilayah Papua, karena kehadiran militer di beberapa kabupaten di Papua justru membuat situasi jadi meresahkan.

“Apa yang saya bilang telah terbukti serta telah terjadi di Kabupaten Nduga, saling jual beli serangan (TPN/OPM dan TNI/Polri) hingga menewaskan beberapa masyarakat sipil. Sekarang di Kabupaten Intan Jaya serta di Yahukimo informasi terkini sedang terjadi kontak senjata antara TPN/OPM dan militer Indonesia,” ungkap Alfred Fredy Anouw, kepada Jubi, Jumat (20/12/2019).

Ia juga mempertanyakan apa maksud Kapolri dan Panglima TNI mengirim pasukan militer yang berlebihan ke Kabupaten Paniai, pada bulan suci bagi umat Nasrani.

“Ini dalam rangka apa? Karena pantauan kami dari lembaga parlemen Papua, seluruh Bumi Cenderawasih sangat kondusif dan tenteram akhir-akhir ini, tapi kehadiran militer ini tiba-tiba membuat rakyat kami gelisah, panik, resah dan takut yang luar biasa,” katanya.

Menurutnya, kenapa juga Pemerintah Indonesia kesannya selalu mencurigai rakyat Papua, contohnya seperti yang berambut lingkar dan panjang (gimbal) selalu dianggap anggota TPN/OPM atau KNPB.

Loading...
;

“Saya mau tegaskan, ini penilaian yang sangat keliru dan bobrok oleh militer Indonesia karena tidak mampu menerjemahkan arti dari pada sebuah Bhinneka Tunggal Ika. Negara Indonesia gagal melaksanakan Pancasila di Papua, tapi sukses melakukan pembunuhan karakter dengan sebuah sistem yang tidak manusiawi,” tegasnya.

Ia meminta agar Pemerintah Indonesia segera menarik TNI dan Polri (non-organik) yang dikirim ke kabupaten-kabupaten di seluruh Papua, terutama di Nduga, Paniai, Intan Jaya dan Yahukimo. “Biarkan rakyat Papua merayakan Natal dengan damai.”

Sementara itu, Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni meminta dengan tegas pihak TPN/OPM dan TNI-Polri yang berada di Intan Jaya agar segera meninggalkan daerah itu.

“Untuk tingkatkan stabilitas keamanan menjelang pesta Natal 2019 ini dan menyongsong Tahun Baru 2020, saya minta dengan tegas TPN/OPM, TNI, dan Polri (pasukan non-organik) segera tinggalkan Intan Jaya,” ujar Natalis Tabuni.

Menurut Bupati Tabuni, sejak pembentukan Kabupaten Intan Jaya pada 2008, sampai saat ini pemerintah dan masyarakat berada dalam keadaan kondusif, aman dan pembangunan berjalan seperti biasa.

“Namun akhir-akhir ini kurang kondusif. Ini mengganggu suasana masa penantian kedatangan Sang Juru Selamat umat manusia, yakni Yesus Kristus,” katanya. (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

 

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa