Follow our news chanel

Pemerintah Palau mulai pulangkan warganya dari luar negeri

Reinalda Ebiklou berdiri di depan Rumah Sakit Nasional Belau, satu-satunya rumah sakit di Palau. - The Guardian/ Richard Brooks

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Koror, Jubi – Bagi 143 warga negara Palau yang telantar di luar negeri akibat pembatasan Covid-19, perjalanan pulang akan panjang dan berbelit-belit. Untuk mencapai kampung halamannya, mereka akan melalui perode karantina selama enam minggu – dua minggu di Guam, dua minggu di sebuah hotel di Palau, dan kemudian dua minggu isolasi mandiri di rumah. Mereka juga akan mengikuti setidaknya lima pemeriksaan Covid-19.

Tetapi ada orang-orang Palau lainnya yang khawatir bahwa proses ini pun tidak akan cukup.

Palau adalah salah satu dari segelintir negara di dunia yang masih bebas virus Corona. Setelah menutup perbatasannya pada 22 Maret, negara itu telah berupaya mencari cara untuk memulangkan warganya yang tertahan di luar negeri, khususnya di AS, tanpa mengimpor virus itu.

Topik itu telah membagi-bagikan Palau, pemerintah telah berupaya untuk menyeimbangkan hak warganya untuk kembali ke rumah mereka, sambil tetap melindungi populasi kecilnya agar bebas Covid-19.

Presiden Tommy Remengesau Jr bersikeras bahwa orang-orang Palau di luar negeri harus diizinkan untuk pulang, dan pemerintah berencana untuk memulangkan warganya dalam tiga gelombang, dimana kelompok pertama yang terdiri dari 50 orang dan sekarang sedang dikarantina di Guam. Mereka dijadwalkan untuk sampai di Palau pada 11 Juni.

Kebijakan ini kontroversial. Remengesau telah berseteru dengan anggota Kongres negara itu tentang rencana repatriasi, namun, pekan lalu diputuskan bahwa pemerintah akan memulangkan warganya kembali terlepas dari keberatan Kongres. Pemerintah menegaskan bahwa negara itu memiliki tanggung jawab untuk memulangkan warganya.

Loading...
;

“Rasa cemas itu akan selalu ada… tetapi kalian harus bertanya: apa yang akan kita lakukan dengan warga kita yang sedang menghadapi kesulitan? Apakah kita hanya akan menutup pintu dan berkatakan ‘kalian tidak diizinkan masuk ke negara ini?’“

Dee Ann Hasinto, 22, telah telantar di Amerika Serikat akibat pandemi. Dia dijadwalkan untuk wisuda dari Oregon University bulan depan, namun ia sekarang menanti penerbangan berikutnya untuk pulang ke putrinya yang berusia lima tahun.

Beberapa orang telah mempertanyakan keputusan presiden itu, kelompok ini beralasan bahwa pemerintah membahayakan nyawa 18.000 orang yang tinggal di Palau, dengan menyelamatkan 143 warga negara dari luar negeri.

“Saya sangat menentang keputusan ini karena kita tidak siap,” menurut Patric Martin, seorang warga di ibu kota, Koror. “Perawat dan dokter kita sangat terbatas, dan peralatan kita hanya sedikit, dan juga tidak ada vaksin yang tersedia di sini.” (The Guardian)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top