HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Pemerintah Papua Barat tak seriusi pendataan OAP dalam Sensunas 2020

Mama Papua di Kabupaten Pegunungan Arfak. Pendataan OAP di Papua Barat belum bisa dilakukan dalam Sensus Nasional 2020 karena lemahnya persiapan pemda - Jubi/Hans Arnold Kapisa
Pemerintah Papua Barat tak seriusi pendataan OAP dalam Sensunas 2020 1 i Papua
Mama Papua di Kabupaten Pegunungan Arfak. Pendataan OAP di Papua Barat belum bisa dilakukan dalam Sensus Nasional 2020 karena lemahnya persiapan pemda – Jubi/Hans Arnold Kapisa

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Pendataan Orang Asli Papua (OAP) di wilayah Papua Barat belum dapat dilakukan sebagaimana harapan Gubernur Dominggus Mandacan, setelah harapan itu disepakati bersama bupati/walikota se Papua Barat dalam rapat kerja kepala daerah di Teminabuan, Sorong Selatan, akhir April 2019 lalu.

Salah satu poin kesepakatan Teminabuan adalah  pendataan atau sensus OAP dalam Sensus Nasional 2020 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Namun, menjelang pelaksanaan sensus nasional (sensunas) berbasis online 15 Februari 2020, Pemerintah Papua Barat melalui perangkat teknisnya belum bersikap.

Pemerintah Papua Barat tak seriusi pendataan OAP dalam Sensunas 2020 2 i Papua

Kepala BPS Papua Barat, Maritje Pattiwaellapia, mengatakan BPS Papua Barat sudah menerima informasi lisan dari Gubernur Dominggus Mandacan. Namun BPS butuh legalitas  dan informasi secara resmi untuk dilaporkan ke BPS Pusat.

“Tidak bisa kita sekedar omong-omong begini saja, tapi harus persiapan dari pemerintah daerah yang menyampaikan bahwa ingin lakukan sensus berikut kebutuhan dan output-nya, tapi itu harus lebih awal disampaikan setahun sebelumnya,” ujarnya.

Pada prinsipnya, kata Maritje, BPS Papua Barat setuju dengan pendataan tersebut, tapi perlu keseriusan pemerintah melalui mekanisme resmi.

“Kita butuh surat resmi dan MoU juga harus jelas karena tidak bisa bilang-bilang begitu saja. Jadi 2020 belum bisa kita satukan sensus OAP dalam sensus Nasional,” katanya.

Loading...
;

Maritje mengakui kerap disampaikan oleh Gubernur Dominggus Mandacan tentang wacana penggabungan sensus OAP dalam sensus Nasional, namun action dari bawah tidak nampak.

“Sampai saat ini tidak ada dinas provinsi yang datang untuk koordinasi dengan BPS. Memang beberapa kali saat audiens dengan Pak Gubernur, beliau sampaikan tentang pendataan OAP. Tapi karena tak ada action dari instansi teknis, jadi kami tahu saja itu hanya sebatas wacana,” ujar Maritje kepada Jubi di Manokwari, Rabu (11/12/2019).

Sebelumnya, Gubernur Dominggus Mandacan mengatakan bahwa pendataan OAP diharap bisa bersama-sama dengan sensus Nasional 2020 di wilayah Papua Barat. Tujuannya, untuk optimalisasi penggunaan uang otonomi khusus sehingga tepat sasaran penerimanya.

“Kita di Papua Barat belum punya database jumlah OAP sehingga penyaluran uang Otsus juga dinilai belum maksimal bagi OAP di Papua Barat,” ujar Mandacan, belum lama ini. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top