Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Pemerintah Tonga akan bahas RUU untuk kontrol media sosial

Raja Tupou VI. - Kaniva Tonga
Pemerintah Tonga akan bahas RUU untuk kontrol media sosial 1 i Papua
Raja Tupou VI. – Kaniva Tonga

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nuku’alofa, Jubi – Pemerintah Tonga diharapkan akan menyerahkan hasil investigasinya atas apa yang sebelumnya digambarkan sebagai serangan terhadap kalangan bangsawan Tonga di Facebook kepada Parlemen negara itu.

Raja Tupou VI akan membuka sidang Majelis Legislatif Tonga melalui siaran langsung daring Kamis ini, karena larangan Covid-19.

Pemerintah Tonga akan bahas RUU untuk kontrol media sosial 2 i Papua

Pemerintah diharapkan untuk menyerahkan RUU baru dan UU yang berlaku saat ini akan diubah, untuk memungkinkan negara mengatur media sosial.

Komite pemerintah Tonga, yang mencakup Kejaksaan Agung, telah bekerja bahu membahu dengan Facebook di Australia.

Perdana Menteri Pōhiva Tu’i’onetoa menjelaskan bahwa komite itu bekerja dengan lancar dan tanpa berhenti. Komite tersebut berhasil mengumpulkan berbagai bukti yang memuaskan, kata Perdana Menteri kepada Kaniva News.

Seperti laporan Kaniva News tahun lalu, akibat ancaman terhadap Raja dan putrinya, pemerintah sempat mempertimbangkan untuk menghentikan Facebook di kerajaan itu. Serangan itu adalah bagian dari konflik daring yang terus memburuk antara kubu pro-demokrasi dan mereka yang dengan setia mendukung keluarga kerajaan Tonga dan kaum bangsawan.

Loading...
;

PM Tu’i’onetoa berkata perilaku buruk ini hanya disebabkan oleh beberapa oknum dan mereka mempengaruhi “masa depan anak-anak kita.”

Komentar Tu’i’onetoa itu ia ungkapkan setelah dia berpidato kepada pegawai negeri sipil selama layanan ibadah melalui televisi di Nuku’alofa baru-baru ini bahwa penggunaan bahasa yang menjelek-jelekkan dan ujaran kebencian di Facebook akhir-akhir ini sudah tidak terkendali.

Ketika ditanyai tentang pertemuan di Australia akhir tahun lalu antara Facebook dan delegasi Tonga yang dipimpin oleh Jaksa Agung, Tu’i’onetoa mengatakan pemerintahnya masih menyelesaikan masalah ini. Dia mengatakan orang-orang yang dituduh melakukan fitnah atas keluarga Kerajaan Tonga itu tinggal di luar negeri.

Namun, Perdana Menteri menegaskan bahwa pemerintah tidak akan melarang Facebook di kerajaan itu.

Dia mengatakan Facebook adalah platform yang dapat digunakan untuk tujuan sosial, ekonomi dan agama, dan hanya beberapa oknum yang menyalahgunakannya, orang-orang ini perlu dihukum. (Kaniva Tonga)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top