HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Pemerintah Yahukimo dinilai tidak serius urusi bencana di Distrik Nipsan

Kondisi longsor yang terjadi di wilayah Distrik Nipsan - Jubi/Piter Lokon.
Kondisi longsor yang terjadi di wilayah Distrik Nipsan – Jubi/Piter Lokon.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi– Pemerintah Kabupaten Yahukimo dinilai tidak serius merespons bencana longsor yang berdampak pada empat kampung di Distrik Nipsan, Kabupaten Yahukimo, Februari lalu.

Koordinator Bencana Longsor di distrik Nipsan, Bekinus Yando mengatakan, ketidakseriusan pemkab terlihat dari lambannya penanganan bencana. Kata dia, belum ada bantuan bagi warga yang terisolir dan penanganan pada berbagai sarana dan fasilitas yang rusak di empat Kampung di antaranya kampung Walmak, Tapla, Nipsan, Biu di distrik Nipsan kabupaten Yahukimo, Papua.

“Tidak ada respons, Bupati arahkan ke Dinas Pekerjaan Umum atau PU tapi itu tak masuk dalam program. Tapi yang sekarang dibutuhkan itu darurat atau macam tanggap cepat punya. Kalau di DPRP boleh, Ada dua anggota DPRP sudah respons, tapi kapan informasi pastinya, kami masih tunggu,” kata Bekinus Yando, kepada Jubi, Selasa (10/03/2020).

Dikatakan Bekinus, berbagai fasilitas seperti jembatan, rumah dan lahan warga rusak akibat banjir ini. Apalagi sempat terjadi banjir susulan dengan daya rusak lebih besar daripada banjir pertama.

“Longsor sebelumnya ada lima jembatan dan tiga rumah tertimbun longsor, Hewan peliharaan hilang ada dua ekor. Longsor susulan pada 25-27 Februari berturut-turut menyebabkan 14 jembatan roboh, 6 rumah warga rusak. Kemudian akses jalan putus ada di lima tempat. Sampai saat ini masyarakat sangat membutuhkan bantuan dari berbagai pihak. Karena masyarakat susah untuk beraktivitas,” jelas Yando.

Menurutnya yang dibutuhkan saat ini adalah tindakan cepat dari pemerintah untuk memenuhi kebutuhan warga yang menjadi korban. Proses rehabilitasi dan rekonstruksi bisa dilakukan setelah masa tanggap darurat tuntas dilaksanakan.

Loading...
;

“Bukan lagi masukan proposal tetapi sekarang darurat, sehingga kami sangat mengharapkan kepada pemerintah dan ada pihak-pihak yang bisa membantu dan melihat masyarakat dengan memberikan bantuan yang dibutuhkan seperti obat-obatan, makanan,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota DPRD daerah pemilihan wilayah III Yahukimo, dari distrik Nipsan, Lindert Wisabla menyesalkan tindakan pemerintah dalam mengatasi bencana.

“Saya mau supaya Bupati harus memberikan suatu kepastian. Karena di sana namanya musibah maka itu tidak perlu hanya tunggu bulanan atau tahunan. Ini bencana darurat dan perlu ada penanganan cepat karena ini musibah,” kata Wisabla.

Ia menjelaskan saat ini masyarakat tengah kesulitan memenuhi kebutuhan dasar akibat putusnya jembatan yang menjadi akses utama.

“Sampai saat ini masyarakat kelaparan dan sakit-sakitan. Mereka masih terisolir di tempat tinggal mereka. Longsor susulan memang lebih besar dan mau menyeberang susah karena jembatan terputus. Setelah terjadi longsor, jumlah masyarakat yang sakit tinggi,  kelaparan juga lebih tinggi di Wilayah distrik Nipsan, bahkan mereka mau antar pasien ke pusat kesehatan juga susah,” ujarnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Jubi berupaya mengkonfirmasi mengenai hal ini melalui pesan singkat dan telepon namun belum direspons oleh Bupati Yahukimo. (*)

Editor: Edho Sinaga

 

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa