Follow our news chanel

Previous
Next

Pemetaan tanah ulayat tidak sekadar menarik garis

Ilustrasi tanah adat di Papua - Jubi.dok
Pemetaan tanah ulayat tidak sekadar menarik garis 1 i Papua
Ilustrasi tanah adat di Papua – Jubi.dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Koordinator bidang pertanahan, Dewan Adat Mamta Tabi, Agabus Kere menyoroti adanya pemetaan hak ulayat yang telah dilakukan di beberapa kabupaten di Papua. Menurutnya pihak yang melakukan pemetaan, harus paham batas-batas tanah ulayat.

“Pihak yang melakukan pemetaan tanah ulayat tidak hanya sekadar menarik garis atau meletakkan titik di atas selembar kertas, namun mesti memiliki lisensesi sebagai surveyor pengukuran atau pemetaan. Meletakkan satu titik itu berdampak luas dan risikonya besar, bicara tanah ini sensitif,” kata Agabus Kere kepada Jubi, Kami (12/9/2019).

Menurutnya, pihak yang melakukan pemetaan tanah ulayat, mesti memahami kaidah-kaidah kartografi karena tujuan pemetaan, selain untuk memiliki legasiltas aspek hukum juga mempunyai teknis material.

“Jadi orang yang melakukan pemetaan mesti paham betul¬† dan tahu harus mulai dari mana. Selain itu, maksud dan tujuan dari pemetaan mesti diketahui masyarakat luas,” ujarnya.

Sementara Ketua Komisi Bidang Pertanahan, Pemerintahan, Politik, Hukum dan HAM DPR Papua, Orgenes Wanimbo mengatakan, dalam pemetaan hak-hak ulayat, Pemerintah harus melibatkan para tokoh adat dan masyarakat adat yang memahami batas-batas hak ulayat.

“Jangan sampai setelah pemetaan, ada masalah antara masyarakat adat pemilik hak ulayat. Hal seperti ini mesti dihindari,” kata Orgenes Wanimbo. (*)

Loading...
;

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top