Follow our news chanel

Pemilik tanah adat di PNG protes rencana pembuangan limbah tambang

Kelompok-kelompok pemilik tanah adat proyek tambang Wafi-Golpu protes rencana metode pembuangan limbah tailing ke lautan. -The National/ Jimmy Kalebe

Papua No.1 News Portal | Jubi

Lae, Jubi – Pemilik tanah adat tidak bergeming dalam menolak rencana untuk metode pembuangan limbah deep sea tailings placement (DSTP) untuk limbah dari proyek tambang Wafi-Golpu senilai K18 Miliar di Papua Nugini.

Mereka datang ke Lae Kamis kemarin (22/10/2020) dari berbagai pelosok di Provinsi Morobe yang akan terkena dampak proyek tersebut. Saat ini pemerintah sedang menimbangkan metode pembuangan limbah tailing proyek Wafi-Golpu.

Dua metode pembuangan limbah tambang yang sedang dibahas adalah DSTP, yang lebih disukai oleh pemerintah, atau bendungan di darat, yang lebih disukai pemilik tanah.

Perdana Menteri James Marape telah memberikan waktu hingga akhir minggu ini kepada semua pemangku kepentingan untuk merundingkan metode yang akan digunakan. Jika belum ada keputusan apa-apa, dia akan membuat keputusan eksekutif.

Pertemuan Kamis kemarin diatur oleh Gubernur Morobe, Ginson Saonu, dengan pemilik-pemilik tanah adat di area sewa tambang khusus , sepanjang pipa, dan daerah DSTP.

Menurut pemimpin kelompok United Morobe Voice Against DSTP dan mantan anggota parlemen Huon Gulf, Sasa Zibe, pembuangan limbah tambang di laut itu dapat berdampak pada kehidupan laut dan ekosistem.

Loading...
;

Laut adalah sumber kehidupan masyarakat lokal 

“Kami bergantung pada lautan dan lingkungan marine untuk menopang mata pencaharian kami,” tegas Zibe. “Masyarakat kami tidak boleh dipengaruhi oleh DSTP. Jadi kami menolak DSTP.”

Gubernur Saonu juga mendukung desakan masyarakat, ia menegaskan opsi yang lainnya perlu dipertimbangkan.

“Kita harus mempelajari semua opsi yang ada dan memastikan kita menerapkan satu metode yang paling sesuai dengan perusahaan, Pemerintah, dan yang terpenting, pemilik tanah,” tegas Saonu.

Saonu menyebut DSTP adalah metode yang murah untuk membuang limbah tambang yang berpotensi merusak lingkungan hidup secara permanen. Ia menegaskan meskipun proyek tambang itu akan menghasilkan pemasukan yang signifikan, kekhawatiran masyarakat harus dihormati. (The National)

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top