Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Pemilik tanah di Manus tuntut kontrak pengamanan bekas pusat pemrosesan pencari suaka

Konflik antara polisi dan sekelompok pemilik tanah tempat bekas pusat pemrosesan pencari suaka di Pulau Manus telah meningkat jadi baku tembak dan perkelahian. - Radio Australia/ Pacific Beat/ Jim Baynes: AAP
Pemilik tanah di Manus tuntut kontrak pengamanan bekas pusat pemrosesan pencari suaka 1 i Papua
Konflik antara polisi dan sekelompok pemilik tanah tempat bekas pusat pemrosesan pencari suaka di Pulau Manus telah meningkat jadi baku tembak dan perkelahian. – Radio Australia/ Pacific Beat/ Jim Baynes: AAP

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manus, Jubi – Satu kelompok masyarakat sipil di Pulau Manus mendesak pihak berwenang, untuk turun tangan dan menyelesaikan konflik yang telah menyebabkan baku tembak dan perkelahian antara polisi dan sekelompok pemilik tanah di lokasi bekas pusat pemrosesan pencari suaka di pulau itu.

Benjamin Pokarup, dari Maus Manus Development Forum, tiba di tempat kejadian perkara setelah suara tembakan terdengar.

“Di tempat yang biasanya damai seperti Manus, ini sama sekali tidak perlu terjadi,” tegas Pokarup.

Pusat pemrosesan tersebut, yang sebelumnya dijalankan oleh perusahaan Australia kontroversial bernama Paladin, sudah mulai ditutup bulan lalu dan pencari suaka yang tersisa sudah dipindahkan ke Port Moresby.

Pemilik-pemilik tanah itu mengharapkan perusahaan mereka, Peren Investment, akan mengambil kontrak pengamanan untuk pusat tersebut, tetapi kontrak itu malah diberikan kepada perusahaan lain.

Komandan polisi di provinsi itu, David Yapu, diyakini merupakan salah satu dari mereka yang telah diserang, menurut laporan di surat kabar Post-Courier.

Loading...
;

Pokarup menegaskan pihak berwenang perlu melakukan intervensi untuk menyelesaikan kericuhan antara polisi dan pemilik tanah, dan yang lebih penting, perselisihan mengenai kontrak untuk bekas pusat pemrosesan itu.

“Kami ingin ada kedamaian dan ketenangan antara kedua pihak, serta masyarakat umum dan rakyat Manus,” kata Pokarup.

Menteri Imigrasi PNG, Westly Nukundj – yang bertanggung jawab atas fasilitas tersebut – berkata kepada Parlemen bahwa perbuatan polisi di Manus akan diselidiki. (Radio Australia/Pacific Beat)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top