HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Pemilu Amerika Serikat, ini kebijakan ketat iklan Google

Ilustrasi, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Alphabet Inc, perusahaan induk Google, mengatakan sudah menghapus pencarian iklan yang meminta bayaran dari para pemilih. Kebijakan itu bertujuan mendapatkan informasi pribadi terkait pemilihan umum di Amerika Serikat.

Juru bicara Google, dikutip Reuters, Selasa, (30/6/2020) mengatakan lembaga nirlaba Tech Transparency Project masih menemukan iklan-iklan yang melanggar kebijakan mereka, dengan kata kunci antara lain “daftar untuk memilih”, “memilih lewat email” dan “di mana letak TPS saya”.

Pemilu Amerika Serikat, ini kebijakan ketat iklan Google 1 i Papua

Tech Transparency Project melaporkan hampir sepertiga dari lebih 600 iklan yang ditemukan di Google Search membawa pengguna ke situs-situs yang meminta bayaran untuk mengambil data pribadi, memasang ekstensi berbahaya di peramban atau memberikan iklan menyesatkan lainnya.

Baca juga :: Google gelontorkan Rp 183 triliun untuk pusat data dan perkantoran

Kasus pelecehan seksual, 48 pegawai Google dipecat

Google menyatakan mereka belum mengetahui bagaimana iklan tersebut bisa lolos karena mereka meninjau secara otomatis maupun manual.

Loading...
;

“Kami memiliki kebijakan yang ketat untuk melindungi pengguna dari informasi palsu tentang prosedur pemungutan suara dan jika menemukan iklan yang melanggar kebijakan kami serta berbahaya untuk pengguna, kami menghapus dan memblokir pengiklan untuk memasang iklan serupa,” kata Google.

Para penyelenggara platform media sosial juga diminta mengatasi misinformasi menjelang Pemilu Presiden di Amerika Serikat pada November mendatang. (*)

Editor : Edi Faisol

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa