Follow our news chanel

Previous
Next

Pemilu Bougainville pekan depan

Minggu depan orang-orang Bougainville akan menuju ke TPS untuk kedua kalinya hanya dalam waktu enam bulan, kali ini untuk memilih presiden yang baru. - Pacific Beat/ Bougainville Referendum Commission

| Papua No.1 News Portal | Jubi

Arawa, Jubi – Tidak lama lagi orang-orang Bougainville akan menuju ke TPS untuk kedua kalinya hanya dalam waktu enam bulan, kali ini untuk memilih presiden baru yang akan melakukan tugas berat untuk mewujudkan kemerdekaan Bougainville dari Papua Nugini

Keadaan jauh lebih tenang menuju pemilu bulan ini, dibandingkan dengan suasana meriah yang terjadi saat referendum bersejarah tahun lalu ketika 97,7% pemilih mendukung Bougainville untuk berpisah dari PNG.

“Suasana di sini sepi,” kata perawat Tania Basiou dari Arawa di Bougainville tengah. “Ada beberapa pertemuan di sana-sini, tapi tidak ada yang terlalu ramai. Kita tidak benar-benar merasakan semaraknya.”

Hasil referendum Bougainville tahun lalu tidak mengikat secara hukum, pemerintah PNG dan presiden Bougainville berikutnya harus meyakinkan mayoritas anggota parlemen di parlemen nasional untuk mendukung kemerdekaan Bougainville.

“Dalam banyak hal, memberikan suara adalah bagian yang paling mudah,” kata Gordon Peake, mantan penasihat pemerintah Bougainville. “Tantangannya sekarang adalah untuk perincian apa arti kemerdekaan dan bagaimana mereka bernegosiasi dengan Papua Nugini.”

Perlombaan untuk menjadi presiden kali ini lebih terbuka dengan absen-nya presiden sebelumnya John Momis, yang tidak dapat mencalonkan diri setelah memimpin selama dua masa jabatan.

Loading...
;

Sebelumnya, John Momis dianggap sebagai salah satu dari sedikit tokoh yang dapat menarik suara di luar wilayahnya sendiri.

Namun Simon Pentanu, ketua Parlemen Bougainville, yakin bahwa bias pemilih akan berkurang karena hasil referendum yang masih segar di benak mereka.

“Menurut saya semakin banyak orang-orang Bougainville sedang mengamati siapa orang yang paling tepat yang dapat dipilih untuk jabatan ini.”

RNZ Pacific juga telah melaporkan bahwa ketua kantor pemilihan umum Bougainville telah meminta bantuan dari komisi-komisi tinggi dan kedutaan besar di Port Moresby untuk menyediakan pengawas yang dapat dikerahkan saat pemilu dimulai minggu depan. George Manu menekankan pentingnya memastikan integritas pemilu mendatang dengan melibatkan pengamat luar yang independen.

Biasanya, tim pengawas ini akan disediakan oleh organisasi seperti Forum Kepulauan Pasifik (PIF), Melanesian Spearhead Group (MSG), dan Persemakmuran, tetapi dengan pembatasan yang diberlakukan oleh Covid-19, hal ini tidak mungkin dilakukan. Alih-alih, Manu berkata ia telah mendekati sejumlah organisasi dan korps perwakilan diplomatik, meminta bantuan dalam bentuk mengirimkan pengawas, dan mereka telah menerima tanggapan positif.

Pemilu akan dimulai pada hari pada Rabu minggu depan, dan akan berlangsung sampai 1 September.

Keadaan Darurat yang diberlakukan di Bougainville untuk memastikan Covid-19 tidak memasuki wilayah tersebut akan selesai pada 14 Agustus. Peraturan Keadaan Darurat membatasi perjalanan udara ke Bougainville, meskipun ada penerbangan carter yang tersedia, jika disetujui. (Pacific Beat)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top