Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pemimpin Azad Kashmir kecam “kebungkaman” dunia

Ilustrasi pixabay.com

“Hari ini orang-orang di Kashmir India disiksa, dibunuh, dipenjarakan dan dilucuti hak dasar mereka sementara masyarakat internasional tidak bergerak”

 Papua No. 1 News Portal | Jubi

Islamabad, Jubi – Presiden Kashmir, Sardar Masood Khan, telah menuduh sikap “kebungkaman” masyarakat internasional yang tidak melakukan apa-apa untuk mengurangi penderitaan rakyat Kashmir yang sedang mengalami krisis. Sardar Masood Khan mengatakan situasi di Jammu dan Kashmir bertambah parah.

“Hari ini orang-orang di Kashmir India disiksa, dibunuh, dipenjarakan dan dilucuti hak dasar mereka sementara masyarakat internasional tidak bergerak dan tidak melakukan apa-apa untuk mengurangi penderitaan rakyat di lembah tersebut,” kata Khan saat berbicara dalam satu konferensi nasional di Islamabad, Ibu Kota Pakistan, pada Selasa (3/9/2019).

Baca juga : Ribuan orang berunjuk rasa di London terkait Kashmir

Baku-Tembak India-Pakistan Di Kashmir Tewaskan Dua Tentara India

15 Orang Cedera Dalam Serangan Granat di Kashmir-India

Loading...
;

Pada Agustus, India mencabut semua ketentuan khusus yang diberikan buat warga Jammu dan Kashmir berdasarkan Pasal 370 Undang-Undang Dasar India.

India juga memisahkan provinsi itu menjadi dua “wilayah persatuan” yang berada di bawah pemerintah pusat dan menghapuskan kekuasaan majelisnya.

“Kebungkaman masyarakat internasional mengenai ketegangan antara kedua tetangga yang bersenjata nuklir adalah pengabaian pidana, dan dampaknya bukan hanya menghancurkan buat Pakistan dan rakyat Kashmir tapi seluruh dunia,” kata Khan dalam konferensi yang diselenggarakan oleh Pusat bagi Studi Perdamaian, Keamanan dan Pembangunan (CPSD).

Tercatat India telah memblokir komunikasi dan memberlakukan pembatasan ketat guna menangkal aksi perlawanan, sementara para pemimpin politik di wilayah itu telah ditahan sementara kelompok hak asasi manusia berulangkali menyeru New Delhi agar mencabut pembatasan dan membebaskan tahanan politik.

Namun, Pemerintah India telah mengklaim 90 persen wilayah sengketa Jammu dan Kashmir bebas dari pembatasan siang hari.

Sejak 1954 sampai hingga  Agustus, Jammu dan Kashmir memiliki ketentuan khusus yang menjadi landasan pemberlakuan hukumnya sendiri. Ketentuan tersebut juga melindungi warga wilayah tersebut, yang melarang orang luar menetap dan memiliki lahan di wilayah itu.

Sedangkan India dan Pakistan menguasai beberapa wilayah Kashmir tapi mengklaim seluruhnya. China juga menguasai sebagian wilayah sengketa tersebut, tapi India dan Pakistan yang telah dua kali terlibat perang mengenai Kashmir. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top