Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Pemimpin negara Pasifik minta warga tenang setelah dugaan COVID-19

Jalan raya di Majuro, Kepulauan Marshall. - RNZI/Hilary Hosia
Pemimpin negara Pasifik minta warga tenang setelah dugaan COVID-19 1 i Papua
Jalan raya di Majuro, Kepulauan Marshall. – RNZI/Hilary Hosia

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Guam, Jubi – Pemimpin-pemimpin Kepulauan Pasifik meminta warganya untuk tetap tenang, karena mereka terus memantau dua kasus pertama dugaan COVID-19 di wilayah tersebut – satu di Kepulauan Marshall (RMI) dan satu lagi di Palau – dimana sistem perawatan kesehatannya tidak memadai dan bergantung pada bantuan asing.

Kementerian Kesehatan RMI berkata, “orang yang diduga sedang dirawat dan pemeriksaan sedang dilakukan untuk menentukan apakah ini kasus COVID-19.”

Pemimpin negara Pasifik minta warga tenang setelah dugaan COVID-19 2 i Papua

“Harap diingat bahwa orang yang diduga atau ‘PUI’, berarti mereka telah menunjukkan beberapa gejala yang terkait dengan COVID-19; itu tidak berarti mereka menderita penyakit itu,” tegas badan kesehatan itu dalam sebuah pernyataan pers pekan lalu, meminta warga untuk “tetap tenang dan melakukan tindakan pencegahan”.

Hasil pemeriksaan laboratorium untuk dugaan kasus COVID-19 coronavirus di RMI telah kembali negatif pada Minggu, 8 Maret.

Awal pekan lalu, Kementerian Kesehatan Palau mengungkapkan bahwa seorang perempuan lansia berusia 73 tahun, yang datang ke Palau dengan tim medis dari AS telah diisolasi di Rumah Sakit Nasional Belau.

Presiden Palau, Tommy Remengesau Jr. meyakinkan warganya bahwa pemerintah, dalam kemitraan dengan Pusat Pengendalian Penyakit AS, dilengkapi untuk menangani situasi jika pasien itu positif.

Loading...
;

“Seperti dalam banyak situasi seperti ini, ketakutan, bukan virus, adalah musuh terbesar kita,” kata Remengesau.

Sementara itu, Gubernur Guam, Lou Leon Guerrero, menyambut baik bantuan darurat DPR AS senilai AS $8,3 miliar untuk membantu badan federal, negara bagian, dan wilayah-wilayah dalam mempersiapkan dan melawan penyebaran COVID-19.

Di Kepulauan Mariana Utara (CNMI), Gubernur Ralph Torres mengeluarkan perintah eksekutif untuk membekukan harga barang dan sembako, untuk melindungi orang CNMI selama wabah COVID-19 dan lesunya ekonomi.

“Melindungi kesehatan dan keselamatan warga kita, termasuk melindungi kemampuan mereka untuk memenuhi kebutuhan keluarga selama krisis ekonomi yang tidak terduga, sebagai akibat dari virus corona,” tegas Torres. (Pacific Island Times)

Editor: Kristianto Galuwo 

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top