HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Pemkab Biak Numfor masih berutang Rp234,8 miliar

Ilustrasi catatan keuangan - Pexels.com
Ilustrasi catatan keuangan – Pexels.com.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Biak, Jubi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Biak Numfor masih berutang sekitar Rp234,8 miliar kepada pihak ketiga. Utang tersebut sisa dari sekitar Rp406,6 miliar keseluruhan tagihan pembayaran pekerjaan proyek hingga akhir Desember 2017. Adapun selebihnya, yakni sekitar 171,8 miliar telah dilunasi.

“Pemerintah daerah (Pemkab Biak Numfor) memberi perhatian serius untuk menyelesaikannya (melunasi utang). Untuk itu, kami akan memvalidasi ulang setiap kegiatan (proyek) dengan turun ke lapangan guna melihat progresnya (pencapaiannya),” kata Bupati Herry Ario Naap, Sabtu (28/12/2019).

Mengutip publikasi Humas dan Protokol Pemkab Biak Numfor, Minggu, Naap mengaku utang tersebut ada sebelum dia dilantik menjadi bupati pada Maret silam. Akan tetapi, mereka tetap berkomitmen melunasinya.

Bupati Naap melanjutkan ada tim khusus untuk memvalidasi ulang kegiatan atau proyek yang masuk daftar terutang. Berdasarkan informasi yang dia terima, ada sejumlah proyek belum tuntas dikerjakan, tetapi telah dimasukkan pada daftar tagihan atau utang.

“Ada tim khusus dari instansi terkait akan melihat langsung kondisi setiap pekerjaan di lapangan. Apakah memang sudah 100% selesai. Kalau belum lalu tagihannya (diklaim) 100%, itu sudah tidak benar,” jelasnya.

Pemkab Biak Numfor juga terus berupaya memperbaiki sistem pengelolaan keuangan sehingga lebih transparan, akuntabel, efektif dan efisien. Setiap proyek yang tercantum pada APBD harus dipastikan sumber anggarannya sehingga tidak menimbulkan utang di kemudian hari. (*)

Loading...
;

 

Editor: Aries Munandar

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa