Pemkab Dogiyai: Pilkada berjalan aman

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Dogiyai, Jubi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai menilai, pelaksaan pilkada serentak yang berlangsung pada 15 Februari 2017 lalu telah berjalan dengan aman. Selama proses rekapitulasi suara di tingkat KPU setempat tidak ada kendala.

 

Hal itu dikatakan penjabat sementara (Pjs) Bupati Dogiyai, Simon Anouw, dalam sambutannya pada rapat pleno terbuka KPU Dogiyai di aula Pemda, Rabu, (22/2/2017), mengatakan sempat beredar kabar pilkada Dogiyai akan ditunda

 

“Kami sudah memfasilitasi sehingga berjalan dengan baik walaupun dihebohkan pilkada Dogiyai akan ditunda. Semua pendanaan sudah aman. Sekarang tahapan penghitungan suara tingkat KPU. Kami menilai KPU kinerjanya berjalan dengan baik, begitu juga pengawasan dari panwas,” tutur Simon Anouw.

Dikatakan Anouw, sejauh ini pihaknya belum mendengar adanya gangguan di tingkat bawah hingga tingkat atas.

Loading...
;

“Kami sampaikan pilkada Dogiyai sukses,” katanya bangga.

Ia mengatakan, apabila ada keberatan dari paslon tertentu atau pihak lain, hal itu merupakan hak masing-masiang calon.

“Mudah-mudahan tidak ada masalah, langsung kita tunggu pelantikan,” kata dia.

Katanya, empat calon keseluruhannya adalah putra terbaik. Bupati yang terpilih adalah putra daerah yang dipilih oleh Tuhan dan alam melalui masyarakat.

"Paslon terpilih harus kita dukung sama-sama programnya nanti,” paparnya.

Kapolres Nabire, AKBP Semmy Ronny Thabaa mengatakan, awalnya pilkada Dogiyai ada kendala seperti pendanaan, partai PKPI yang menimbulkan persoalan dan sebagainya. Tapi bersyukur pilkada berjalan dengan aman.

“Kita harus sama-sama jaga perdamaian ini, jangan karena pilkada ini kita bermusuhan,” tegas Semmy.

Tambahnya, bagi paslon yang protes, silakan menempuh jalur hukum.

"Saya yakin tidak ada paslon yang melakukan demo, apalagi sampai anarkis,” kata dia.

Ia mengakui, guna meminimalisir terjadinya gesekan konflik, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan para calon bupati agar kondisi tetap damai.

“Ketidakhadiran mereka itu hak, tapi kami sudah melakukan pendekatan. Saya sampaikan kepada mereka bahwa saya tidak ingin warga Dogiyai berjatuhan korban akibat politik. Harapan, jangan paksa masyarakat demi kepentingan tertentu, kalau ada yang ajak dan itu  bertentangan dengan hukum jangan mau ikut,” pungkasnya. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top