Follow our news chanel

Previous
Next

Pemkab Jayapura berlakukan pembatasan tempat duduk fasilitas transportasi

Petugas Dishub saat memberikan penjelasan kepada para sopir angkot yang sedang aksi mogok - Jubi/Engel Wally
Pemkab Jayapura berlakukan pembatasan tempat duduk fasilitas transportasi 1 i Papua
Petugas Dishub saat memberikan penjelasan kepada para sopir angkot yang sedang aksi mogok – Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi –  Setelah memberlakukan pembatasan waktu beraktivitas dan sosialisasi hingga kepada patroli rutin, Pememrintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura mulai memberlakukan pembatasan jarak tempat duduk pada fasilitas transportasi seperti kendaraan roda empat (taksi, angkot, kendaraan dinas, dan pribadi) maupun fasilitas transportasi sungai, danau, dan laut.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jayapura, Alfons Awoitauw, mengatakan pembatasan tempat duduk pada fasilitas transportasi saat ini bagian dari upaya pencegahan penyebaran virus corona.

“Sasaran kita adalah semua trayek umum baik transportasi darat maupun laut dan danau. Dari hasil sosialisasi yang telah kita lakukan terkait hal ini, ada dukungan moral dari para sopir dan juga motoris,” ujar Alfons saat ditemui di Sentani, Jumat (17/4/2020).

Dikatakan, secara teknis hal ini menjadi tugas dan tanggung jawab Dishub untuk melakukannya, karena akan bersentuhan dengan sarana transportasi yang yang menjadi fasilitas umum tersebut.

“Sesuai arah kebijakan pemerintah daerah selain adanya pembatasan tempat duduk di setiap fasilitas transportasi, masyarakat yang menumpang fasilitas tersebut harus menggunakan masker,” jelasnya.

Alfons juga mengakui dari apa yang ditetapkan ini berdampak kepada pengguna dan pemilik transportasi umum seperti angkot maupun taksi penumpang lainnya.

Loading...
;

“Kita tetap mengacu kepada arah kebijakan pemerintah, dan ini tidak dibuat-buat untuk kepentingan pribadi maupun golongan tetapi untuk keselamatan kita bersama,” ucapnya.

Disinggung soal aksi mogok para sopir taksi yang tidak menerima adanya pembatasan tempat duduk pada kendaraan yang dibawanya, Awoitauw menyebutkan upaya prefentif telah dilakukan, jika melanggar maka sanksi pencabutan izin trayek tetap diberlakukan.

“Secara institusi, laporan polisi juga dapat dibuat kepada para sopir. Namun hal ini belum menjadi pilihan, yang terpenting adalah bagaimana secara bersama kita menekan dan putuskan penyebaran virus corona di daerah ini,” katanya.

Terpisah, seorang sopir angkot jurusan Sentani-Depapre mengaku sangat kecewa dengan pembatasan tempat duduk yang diberlakukan pemerintah.

“Kalau bisa ongkos taksi dinaikan saja, agar tidak memberatkan kita sebagai sopir. Kebutuhan ekonomi rumah tangga akan sulit terpenuhi,” pungkasnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top