Follow our news chanel

Previous
Next

Pemkab Jayawijaya akan panggil Pemkab Nduga terkait pengungsi

Masyarakat Nduga yang mengungsi di Jayawijaya saat di halaman gereja Kingmi jemaat Weneroma. -Jubi/Islami
Pemkab Jayawijaya akan panggil Pemkab Nduga terkait pengungsi 1 i Papua
Masyarakat Nduga yang mengungsi di Jayawijaya saat berada di halaman Gereja Kingmi jemaat Weneroma. -Jubi/Islami

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Wamena, Jubi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya akan memanggil Pemkab Nduga, untuk membahas pengungsi Nduga yang selama ini berada di Jayawijaya.

Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua mengatakan ia menerima laporan dari kepala Distrik Muliama, bahwa saat ini ada pengungsi Nduga yang mendiami lahan di Kampung Sekom.

“Januari 2020 nanti kami akan mengundang Pemkab Nduga, Polres, dan Kodim 1715/Yahukimo, untuk berkoordinasi dengan forkopimda Jayawijaya menyangkut para pengungsi ini,” kata Banua kepada wartawan, setelah pertemuan dengan forkopimda, tokoh masyarakat, dan tokoh gereja di ruang rapat kantor bupati, Selasa (31/12/2019).

Menurut bupati, dari laporan kepala distrik tersebut, para pengungsi menempati sejumlah wilayah dan membuat perkampungan sendiri. Ia berharap pengungsi yang menempati wilayah tersebut, hanya bersifat sementara bukan untuk selamanya.

“Untuk itu kami akan berupaya berkoordinasi dengan Pemkab Nduga maupun aparat di sana, bagaimana menyelesaikan soal pengungsi itu,” katanya.

Bupati menyampaikan belum mengetahui pasti jumlah jiwa masyarakat Nduga yang mengungsi, khususnya di Muliama dan wilayah lainnya di Jayawijaya.

Loading...
;

Lanjutnya, apabila kampung dan distrik menerima pengungsi minimal memberikan laporan kepada bupati, agar dapat diketahui pasti jumlah pengungsi yang ada di wilayah Distrik Muliama.

Sementara itu, Pendeta Esmon Walilo, selaku koordinator wilayah Gereja Kingmi Jayawijaya mengatakan, seharusnya semenjak kejadian di Nduga pada awal Desember 2018, pemerintah daerah sudah mengambil tindakan terkait pengungsi.

“Kalau hari ini ada umat di Jayawijaya sini mau buat kantor perwakilan atau apa pun itu, saya pikir sangat sulit, karena dari sisi pemerintahan ini wilayahnya orang lain, kalau secara adat silakan, tetapi kalau bicara masalah pemerintahan ini Kabupaten Jayawijaya, sehingga bupati dengan seluruh perangkat yang ada harusnya bertindak dari awal,” katanya.

Pendeta yang juga masuk dalam Tim Kemanusiaan Nduga itu mengatakan, terkait pengungsi Nduga ini seharusnya pimpinan gereja dan pemerintah hadir untuk berbicara langsung dengan mereka, serta bupati jangan sampai menutup diri.

“Harapannya masyarakat ini harus kembali bangun kampung mereka, karena di pengungsian pun mereka menderita,” katanya. (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top