Follow our news chanel

Pemkab Jayawijaya relokasi pedagang terdampak rusuh Wamena

Ilustrasi ruko-ruko yang terbakar saat rusuh Wamena. -Jubi/Dok
Pemkab Jayawijaya relokasi pedagang terdampak rusuh Wamena 1 i Papua
Ilustrasi ruko-ruko yang terbakar saat rusuh Wamena. -Jubi/Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Wamena, Jubi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, pada Rabu (26/2/2020), mulai merelokasi sejumlah pedagang terdampak kerusuhan Wamena 23 September 2019 lalu, yang selama ini diizinkan berjualan di Jalan Safri Darwin dan sekitar pusat kota.

Pejabat Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan Jayawijaya, Arisman Chaniago, mengatakan penertiban dilakukan bagi pedagang kaki lima, sayur-mayur, bumbu, ikan, daging dan pinang.

“Sesuai surat Kepala Dinas Nakerindag Nomor 75 Tahun 2020, hari ini kami melaksanakan penertiban dan relokasi pedagang yang ada di Jalan Safri Darwin dan Jalan Sulawesi ke Pasar Potikelek,” katanya, di Wamena, Rabu (26/2/2020).

Ia mengatakan surat kepala dinas merupakan tindak lanjut petunjuk Bupati Jhon R Banua, dalam rangka penertiban pusat kota.

Dalam surat itu Disnakerindag meminta Satpol PP menempatkan personel, untuk mengantisipasi pedagang yang direlokasi kembali ke pusat kota.

“Kami Disnakerindag memohon dan meminta agar Satpol PP menempatkan petugas di Safri Darwin dan sekitarnya, karena kita tahu Satpol PP adalah aparat penjaga kebijakan-kebijakan Pemerintah Jayawijaya,” katanya.

Loading...
;

Ia mengatakan selama ini pedagang kaki lima masih memanfaatkan trotoar sebagai tempat berjualan, sehingga perlu ditertibkan.

“Kami juga memohon kepada Dinas Perhubungan untuk menyosialisasikan pemanfaatan trotoar yang sebenarnya, yaitu diperuntukkan bagi penjalan kaki,” katanya.

Sekretaris Tim Penertiban Pedagang, Loadik Mosip, mengatakan relokasi pedagang kaki lima perlu dilakukan agar tidak terjadi kemacetan lalu lintas di Jalan Safri Darwin dan Jalan Irian.

“Awalnya pedagang ini sudah dipindahkan ke pasar. Tetapi pascakerusuhan mereka tidak mau berjualan di pasar, sehingga kami izinkan mereka di sini sementara waktu sampai 31 Desember 2019,” katanya.

Hingga batas waktu yang diberikan itu lewat, pedagang belum kembali ke pasar yang telah disediakan, sehingga Disnakerindag menurunkan tim beranggotakan 22 orang untuk merelokasi.

“Sebelumnya kami sudah keluarkan imbauan agar mereka kembali, namun mereka tidak kembali sehingga pada hari ini kami tertibkan,” katanya. (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top