Follow our news chanel

Pemkab Merauke diminta datangkan investor ikan

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Merauke, Jubi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke diminta mendatangkan investor atau mendirikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), agar dapat membeli dan menampung  ikan hasil tangkapan masyarakat, terutama nelayan orang asli Papua di daerah pedalaman.

Permintaan itu disampaikan Fraksi Partai Golkar dalam pandangan umumnya yang dibacakan Yulius Kendek Paongganan pada sidang rancangan peraturan daerah tentang perubahan APBD tahun 2018, Rabu (17/10/2018).

“Dengan adanya moratorium yang diterbitkan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti, mengakibatkan perusahaan perikanan di sejumlah  wilayah ditutup,” ujarnya.

Kondisi demikian, katanya, membawa dampak positif dan negatif. Dampak positifnya yakni ikan semakin melimpah di wilayah perairan Merauke, terutama di Pulau Kimaam.

Sedangkan dampak negatifnya adalah tak ada pembeli yang dapat mengambil hasil tangkapan ikan masyarakat. Sehingga di kampung-kampung di Distrik Waan, setiap hari masyarakat membuang ikan berton-ton dan hanya diambil gelembungnya.

“Kami berharap apa yang disuarakan Fraksi Partai Golkar direspon Pemkab Merauke supaya hasil tangkapan ikan masyarakat tidak dibuang begitu saja,” pintanya.

Loading...
;

Seorang tokoh masyarakat Distrik Waan, Soter Kamiawi, membenarkan jika dalam beberapa tahun terakhir pasca adanya moratorium, hasil tangkapan ikan masyarakat lokal mengalami peningkatan.

Hanya saja, menurut dia, banyak ikan dibuang begitu saja karena tak ada perusahan membeli secara langsung di kampung-kampung. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top