Pemkab Puncak belum punya mekanisme pulangkan pengungsi

Pengungsi di Bilogai, Intan Jaya, Papua
Foto ilustrasi, pengungsi konflik bersenjata Puncak yang berada di halaman Gereja Katolik Bilogai, Intan Jaya, beberapa waktu lalu. - Jubi/Dok

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Meskipun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Puncak sudah memerintahkan agar para pengungsi kembali ke kampung halamannya, namun pemerintah belum mempunyai mekanisme yang tepat untuk memulangkan warganya. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Puncak, Wakerkwa, kepada Jubi melalui sambungan telepon selulernya, Minggu (11/7/2021).

Wakerkwa mengatakan, faktor keamanan tidak menjamin para pengungsi untuk kembali ke kampung halaman mereka. “Bupati hanya menyuruh pulang tanpa mengatur bagaimana mekanisme pemulangan warga ke kampung halamannya,” katanya.

Menurutnya, saat ini bantuan untuk para pengungsi sudah terbatas, hal ini menjadi alasan untuk memulangkan pengungsi ke kampung halaman.

“Sebab sudah tidak ada bantuan lagi bagi masyarakat pengungsi. Sehingga bupati menyuruh masyarakat kembali ke kampung halaman,” katanya.

Lanjut Wakerkwa, ribuan warga yang mengungsi di Puncak, Timika, dan Nabire juga diajak untuk segera kembali ke kampung halamannya.

“Kami harap warga yang keluar dari kampung untuk pulang ke kampung halamannya. Sebab situasi Puncak berangsur-angsur membaik,” katanya.

Sementara itu, salah seorang warga sipil di Ilaga, Tanus Tabuni mengatakan, harusnya pemerintah menyiapkan konsep untuk memulangkan pengungsi.

Loading...
;

“Jangan hanya menyuruh pulang lalu tidak punya konsep. Konsep yang tepat akan membantu masyarakat tiba di kampung halaman dengan selamat,” katanya.

Tabuni menambahkan kalau pemerintah tidak memiliki konsep, maka jangan dulu memulangkan para pengungsi karena mengingat keamanan mereka.

“Karena di kampung-kampung juga masih ada TPNPB dan TNI/Polri, sehingga (pengungsi) belum bisa pulang dalam waktu dekat ini,” ujarnya.

Ia juga mempertanyakan, apabila masyarakat pulang ke kampung halaman, maka siapa yang mau bertangung jawab akan keamanan mereka. “Saya harap pemerintah memikirkan (dengan) baik terlebih dahulu keselamatan warga di kampung-kampung,” katanya. (*)

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top