Pemkab Puncak diminta bangun gedung permanen asrama mahasiswa di Nabire

Mahasiswa di Papua
Asrama mahasiswa Damal di kabupaten Nabire. - Jubi/Hengky Yeimo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Tokoh pemuda asal Kabupaten Puncak, Penehas Wandagau meminta Pemerintah Kabupaten Puncak membangun gedung permanen asrama bagi para mahasiswa asli Suku Damal yang berasal dari Kabupaten Puncak dan berkuliah di Kabupaten Nabire, Papua. Permintaan itu disampaikan karena bangunan berbahan kayu yang dibangun pertama kali pada 1999 sering kebanjiran.

Saat dihubungi Jubi melalui panggilan telepon pada Senin (26/7/2021), Penehas Wandagau menjelaskan bangunan asrama mahasiswa Damal saat ini adalah bangunan berbahan kayu dan berlantai semen yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat Damal yang berada di Nabire pada 1999. Bangunan itu dibangun di tanah dari Pemerintah Kabupaten Nabire kepada para mahasiswa Damal di sana.

Bangunan tahun 1999 telah rusak, sehingga sejak tahun 2018 sejumlah mahasiswa Damal di Nabire telah meminta Pemerintah Kabupaten Puncak membangun gedung asrama baru yang permanen. Para mahasiswa itu bahkan pernah berjalan kaki dari Paniai ke Ilaga, ibu kota Kabupaten Puncak.

Baca juga: DPRD minta rencana vaksinasi COVID-19 di Puncak dibahas bersama dulu

“Setelah mereka berdemonstrasi, Bupati [Puncak] sempat berjanji untuk meletakkan batu pertama untuk pembangunan asrama. Akan tetapi, sampai sudah dua tahun, [Bupati] belum merealisasikan janjinya terhadap mahasiswa Damal di Nabire,”kata Wandagau.

Wandagau menjelaskan para mahasiswa Damal akhirnya memperbaiki sendiri asrama mereka pada Mei 2021. Perbaikan asrama itu dilakukan secara swadaya oleh mahasiswa Damal di Nabire, dengan bantuan sejumlah warga Nabire.

Wandagau mengatakan saat itu para mahasiswa Damal dibantu berbagai komunitas yang ada di Nabire. “Seharusnya Pemerintah Kabupaten Puncak sebagai pemilik aset merasa malu dengan cara seperti itu. Karena itu sejarah baru di Kabupaten Puncak, mahasiswa bangun asrama dari uang hasil penggalangan dana mereka sendiri,” ujarnya.

Loading...
;

Baca juga: Pemkab Puncak belum punya mekanisme pulangkan pengungsi

Wandagau mengatakan Pemerintah Kabupaten Puncak harus segera membangun asrama permanen, karena jumlah mahasiswa Damal di Nabire semakin banyak. Apalagi, asrama yang saat ini ada kerap terkena banjir.

Salah satu alumni Universitas Satya Wiyata Mandala, Denius Murib mengatakan jumlah mahasiswa asal Kabupaten Puncak di Nabire semakin banyak, dan berasal dari berbagai daerah di Puncak. Karena tidak tertampung di asrama mahasiswa Damal, mereka tinggal di kos-kosan atau tinggal bersama kerabatnya. “Kami sudah pernah melakukan demonstrasi di Ilaga, tetapi tidak ada respon dari Pemerintah Kabupaten Puncak,” katanya.

Murib mengatakan Pemerintah Kabupaten Puncak jangan mengumbar janji kepada mahasiswa, dan meminta pemerintah segera membangun gedung permanen asrama mahasiswa asal Kabupaten Puncak. “Kami ini aset Pemerintah Kabupaten Puncak. Jangan menelantarkan kami dengan cara yang tidak manusiawi. Tidak hanya asrama Damal, kami [yang berasal] dari Sinak, Agandugume, dan Pogoma juga tinggal tercecer [di Nabire],” katanya.

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top