Follow our news chanel

Pemkab Sleman revitalisasi kesenian wayang topeng

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Sleman, Jubi – Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, berupaya merevitalisasi kesenian tradisional Wayang Topeng yang saat ini sudah terancam punah. Dalam kajian yang dilakukan menunjukan saat ini tinggal satu kesenian jenis Wayang Topeng pedalangan di Sleman.

“Itu di Dusun Ngajeg, Tirtomartani, yang dikelola oleh Ki Sugeng Tjermahandoko dan Ki Suparno," kata Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Aji Wulantara, Minggu, (28/10/2018).

Menurut Aji, di daerah Kabupaten Sleman bagian Barat juga terdapat potensi wayang topeng pedalangan yang para pelaku, pemain, dan pelestari beberapa di antaranya masih hidup. Salah satunya Ki Sugati di Nyangkringan, Margodadi, Seyegan. Berdasarkan keterangan yang ada menyebutkan Wayang Topeng Pedalangan di Sleman Barat pertama kali ada sekitar tahun 1825 oleh Ki Tjermasono.

“Itu  putra dari Ki Setrosono yang bertempat tinggal di Dusun Ngepringan, Minggir, Sleman," kata Aji menambahkan.

Wayang Topeng Pedalangan merupakan hasil kreasi para dalang pada saat itu yang bersumber dari Wayang Topeng ciptaan Sunan Kalijogo sebagai sarana dakwah agama Islam di Jawa.

Sedangkan pedalangan itu sendiri sudah ada sejak Kerajaan Kalingga di Kediri dengan menggunakan sarana beber, sehingga dikenal dengan wayang beber. Dalang yang menggunakan wayang kulit semenjak Lintang Karahinan putra tertua Raja Brawijaya V Kerajaan Majapahit menciptakan wayang yang bahannya dari kulit. Demikian halnya wayang topeng, juga diciptakan bersamaan dengan wayang kulit oleh orang yang sama.

Loading...
;

Cerita wayang topeng pedalangan di antaranya "Bancak nJolo", "Rabine Bancak", "Rabine Sinom Berdapa", "Rabine Jaka Semawung", "Rabine Ragil Kuning, "Ande-ande Lumut", "Ketek Ogleng", "Timun Mas", "Brambang Abang Brambang Putih".

"Perkembangan dari waktu ke waktu keadaan Wayang Topeng Pedalangan sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, politik, dan sosial masyarakat sesuai dengan perkembangan jamannya di Indonesia," kata Adi menjelaskan.

Eksistensi Wayang Topeng Pedalangan itu dapat ditelusur dengan berpedoman pada masa Kasultanan Yogyakarta. Mulai Bertahtanya Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) VI sampai dengan Sri Sultan HB IX atau jaman kemerdekaan. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top