Pemkot Jayapura dan Pemprov Papua bahas pasar mama-mama

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Pemerintah Kota Jayapura dan Pemerintah Provinsi Papua menggelar pertemuan untuk membahas mengenai pasar mama-mama Papua yang berlokasi di Jalan Percetakan Jayapura. 

Sekda Kota Jayapura RD Siahaya mengatakan, sebagai pemerintah pihaknya mengapresiasi kepada Solidaritas Pedagang Asli Papua (Solpap) yang sejak 15 tahun lalu memperjuangkan pasar permanen untuk mama-mama. 

Ia juga meminta agar semua pihak tak mempertentangkan keberadaan pasar di jantung kota ini. 

“Jadi, sebagai pemerintah itu dilaksanakan fungsi pelayanan, pengaturan dan fungsi pengawasan. Sebagai masyarakat apa yang harus disikapinya, yaitu bagaimana menikmati pelayanan pembangunan itu,” katanya di Jayapura, Selasa (4/4/2017).  

Disebutnya, soal keinginan Solpap terhadap pengelolaan pasar ini, pihaknya harus duduk bersama untuk menyelesaikannya. 

“Mereka (Solpap) sudah menyatakan untuk memberikan kepada Pemerintah Kota Jayapura, maka sikap pemerintah Kota Jayapura sudah menyampaikan kepada Pokja Papua, KSPD, BUMN, BUMD dan Pemerintah Provinsi Papua,” kata Siahaya.

Loading...
;

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang telah merestui pembangunan pasar ini. Namun pemberian itu harus disertai dengan kejelasan tanah BUMN itu. 

“Pengganti lahan untuk DAMRI, tanah ini ada pihak adat mengklaimnya. Itu harus diselesaikan. Tentang bangunan, untuk membangun AMDAL ini karna di pusat kota,” ujarnya. 

“Kami juga harus sepakat mama-mama yang mana, yang punya hak duduk di pasar. Ketika pasar berfungsi pasar ditutup. Saya mengimbau, mari kita menerima pemberian presiden dengan ucapan syukur,” katanya. 

Frengky Warwer dari Solpap mengatakan, siapa pun yang masuk ke pasar ini harus berkoordinasi dengan pihaknya. 

Menurutnya Solpap bersama mama-mama pedagang telah belasan tahun memperjuangkan pasar ini, bahkan hingga berdarah-darah. 

“Mama-mama tidak sendiri. Kami akan kawal mama-mama. Mama-mama yang melahirkan kami. Membesarkan kami. Sehingga kami ada. Mama-mama jangan khawatir! Meski saudara kami Rojit (Robert Jitmau) sudah meninggal. Mungkin sengaja dibunuh untuk kepentingan menguasai pasar. Tapi “Rojit-Rojit” lain masih ada,” katanya. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top