HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pemkot Jayapura dan Uncen akan mereboisasi bantaran Sungai Kampwolker

Sungai Kampwolker di Kota Jayapura, Papua. – Jubi/Hengky Yeimo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pemerintah Kota Jayapura dan Universitas Cenderawasih akan mereboisasi bantaran Sungai Kampwolker dengan menanam pohon buah-buahan produktif untuk mencegah pembalakan di bantaran itu. Reboisasi itu diharapkan bisa memperbaiki kualitas lingkungan sungai yang menjadi salah satu sumber utama air bahan baku PDAM Jayapura.

Lurah Yabansai, Luis Mebri mengatakan reboisasi yang akan dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura dan Universitas Cenderawasih (Uncen) itu akan menanami bantaran Sungai Kampwolker dengan pohon buah-buahan seperti rambutan, mangga, dan matoa, serta vanili. “Supaya warga  tidak menebang pohon di pinggiran kali, harus ada sumber penghasilan baru bagi warga,” kata Mebri di Jayapura, Senin (29/7/2019).

Menurut Mebri, kualitas lingkungan bantaran Sungai Kampwolker memang terus menurun, karena pembalakan. Pembalakan itu menyebabkan debit air Sungai Kampwolker yang menjadi sumber air bahan baku PDAM Jayapura berkurang.

“Khusus untuk Kali Kampwolker, [kerusakan lingkungan di sana]  bukan masalah baru. Debit air sungai berkurang karena penebangan liar yang dilakukan oleh warga masyarakat. Kadang banyak juga perambah hutan. Debit air intake PDAM di Kampwolker juga semakin berkurang karena banyak pipa jaringan PDAM Jayapura yang bocor,” katanya.

Mebri menyatakan selama ini pihaknya telah menyosialisasikan pentingnya menjaga bantaran Sungai Kampwolker, karena kerusakan sungai itu berisiko menimbulkan krisis air bersih di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura.

“Salah satu faktor [penyebab menurunnya kualitas lingkungan Sungai Kampwolker] adalah masyarakat yang bermukim di area kali. Masyarakat di sana [menggantungkan hidupnya] dengan bertani, sehingga kita perlu memberikan solusi bagi mereka,” katanya.

Loading...
;

Terkait kerusakan pipa intake Kampwolker itu, Mebri menyatakan PDAM Kota Jayapura yang berwenang memperbaiki jaringan pipa itu. Kelurahan Yabansai hanya bisa mengawasi aktivitas warga di sekitar intake Kampwolker, dan menyosialisasikan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan di sana.

“Sejauh ini kami sudah melakukan sosialisasi, namun itu tidak cukup. Harus ada tindakan dari pihak PDAM. Jadi PDAM harus ada kerja sama dengan kami, untuk bersama-sama mengamankan intake Kampwolker,” ucap Mebri.

Salah seorang warga Kota Jayapura, Tomi A Nelombo meminta pemerintah membuat aturan yang lebih tegas untuk melindungi Daerah Aliran Sungai Kampwolker. “Air Kali Kampwolker adalah sumber [air bersih] utama bagi masyarakat Kota Jayapura,” katanya.

Nelombo menyatakan masa orientasi mahasiswa baru di berbagai perguruan tinggi dapat dijadikan momentum untuk melakukan reboisasi bantaran Sungai Kampwolker. “Saya harap [masa orientasi] mahasiswa baru dapat [diarahkan untuk program reboisasi]. Mereka dapat membawa bibit pohon dan menanamnya di sepanjang Kali Kampwolker, agar tidak terjadi musih di masa mendatang,” katanya.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top