Pemkot Jayapura Gelar Seminar Sehari

Pelaksana Harian Wali Kota Jayapura R.D Siahaya - Jubi/Hengky Yeimo
Pelaksana Harian Wali Kota Jayapura R.D Siahaya – Jubi/Hengky Yeimo
Jayapura, Jubi – Pemerintah Kota Jayapura, Papua menggelar seminar sehari bertajuk “Advokasi dan KIE Program Keluarga Berencana (KB)” yang diikuti lima distrik di kota ini.

Seminar yang digelar pada Selasa (9/8/2016) itu dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan keluarga pasangan usia subur (PUS) dan wanita usia subur (WUS) dan remaja tentang program KKBPK.

“Salah satu aktor untuk peningkatan menjaga keberlangsungan dan keseimbangan program KB adalah melalui pembentukan opini publik yang positif melalui pembentukan opini publik yang positif melalui saluran media yang ada,” kata Pelaksana Harian Wali Kota, R.D. Siahaya.

Menurut dia semakin banyak program mitra yang banyak menyarankan tentang program KB. Demikian juga semakin banyak media yang memberikan menayangkan dan menyiarkan informasi program KB akan semakin memperkokoh dukungan terhadap program KB di Kota Jayapura.

Ketua Panitia Penyelenggara seminar Petronela Anitu mengatakan, advokasi dan KIE program KB di Kota Jayapura tahun 2016 mengatakan, salah satu fungsi BKKBN dalam upaya pengendalian khawantitas dan menyelenggarakan keluarga berencana (Perka BKKBN nomor 72 tahun 2011 pasal 3).

“Kegiatan KIE program kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga KKBPK dilakukan untuk menigkatkan pengetahuan keluarga PUS dan WUS dan remaja tentang program KKBPK sehingga memiliki sikap yang positif yang ditandai dengan penerimaan terhadap PKKBPK,” katanya.

Dikatakannya, laporan penyelenggara kegiatan advokasi dan KIE program keluarga berencana di Kota Jayapura tahun 2016 ini akan dilakukan masing-masing di Distrik Jayapura Utara, Jayapura Selatan, Distrik Muara Tami, Distrik Heram, Distrik Abepura.

Loading...
;

“Peserta yang hadir dalam acara dim,aksud berjumlah 275, setiap distrik akan dihadiri oleh 55 orang dari masing masing delegasi petugas puskesmas, 13 orang kader kb, 20 orang utusan toga toko agama toko masjid 12 dan tokh masyarkat 10 orang,” kata Petronela.

Dengan terlaksanya kegiatan ini diharapkan peserta mampu menerapkan program KB MKJP (SUNTIK, IUD/MOP MOW)), khawalitas pelayanan bagi masyarakat, peserta dapat menerapkan dan menemukan pola baru dalam mempengaruhi aseptor dalam pelayanan KB di wilayah khusus di darah yang kumuh padat miskin kota. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top