HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Pemkot Jayapura pertimbangkan penutupan Pasar Youtefa

Papua
Para pedagang menjalani uji cepat antibodi di Pasar Youtefa, Kota Jayapura, Papua - Jubi/Ramah.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pemerintah Kota Jayapura tengah menunggu hasil tes reaksi rantai polimerase atau PCR dari swab para pedagang Pasar Youtefa di Kota Jayapura, Papua, yang mendapatkan hasil tes cepat Covid-19 reaktif. Jika hasil tes PCR mengonfirmasi banyak pedagang Pasar Youtefa positif terinfeksi korona, Pemerintah Kota Jayapura akan menutup pasar itu selama 14 hari.

Sejak Senin menjalankan tes cepat atau rapid test Covid-19 terhadap 1.800 pedagang los, kios, dan pelataran di Pasar Youtefa, Kota Jayapura, Papua. Hingga Selasa (23/6/2020), sudah ada 1.058 pedagang yang telah menjalani tes cepat itu, dan 238 diantaranya mendapatkan hasil tes cepat reaktif. Tim Gusus Tugas Covid-19 Kota Jayapura telah mengambil swab 238 pedagang itu, untuk diuji dengan metode tes PCR.

“Kami akan lihat perkembangan, setelah hasil [tes] swabnya keluar. Kalau yang positif cukup banyak, mungkin langkah yang kami ambil adalah penutupan Pasar [Youtefa] selama 14 hari,” ujar Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah Kota Jayapura, Robert LN Awi di Kantor Wali Kota Jayapura, Selasa (23/6/2020).

Pemkot Jayapura pertimbangkan penutupan Pasar Youtefa 1 i Papua

Menurut Awi, kebijakan untuk menutup Pasar Youtefa harus diputuskan secara hati-hati, agar tidak mengganggu perekonomian pedagang. Awi menyatakan jika langkah itu akan dijalankan, Pemerintah Kota Jayapura akan terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada para pedagang salah satu pasar tradisional terbesar di Papua itu, sehingga penutupan pasar tidak dilakukan secara mendadak.

Baca juga: Disperindagkop imbau pedagang dites cepat untuk pencegahan Covid-19

Awi berharap para warga dan pedagang bekerja sama dan memahaminya pentingnya upaya memutus rantai penularan virus korona, agar seluruh warga Kota Jayapura bisa beraktivitas dengan normal. Ia juga meminta seluruh pedagang Pasar Youtefa mau datang dan mengikuti tes cepat Covid-19. Para pedagang yang mendapatkan hasil tes cepat reaktif diminta berhenti berjualan di pasar, dan melakukan isolasi mandiri di rumah.

Awi mengajak seluruh pedagang menjalankan protokol kesehatan Covid-19, termasuk menjaga jarak aman antarorang, memakai masker, mencuci tangan, dan melakukan disinfeksi sebelum beraktivitas di pasar. “Sehingga setiap pedagang yang berjualan di Pasar Youtefa betul-betul pedagang yang negatif rapid test, untuk menjadi keamanan dan kenyamanan pedagang dan pembeli,” ujar Awi.

Loading...
;

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura, Rustan Saru, berharap pasar tradisional tidak menjadi pusat penyebaran virus korona. Rustan meminta setiap pedagang dan pembeli menjalankan protokol kesehatan Covid-19.  “Itu yang kami harapkan, menuju new normal. Pedagang dan pembeli yang tidak memakai masker tidak diijinkan masuk pasar, karena berpotensi bisa menyebarkan virus korona,” ujar Rustan.

Rustan menegaskan Pemerintah Kota Jayapura memperketat pengawasan pemenuhan protokol kesehatan di pasar, demi memutus rantai penyebaran virus korona di Kota Jayapura dan Papua. “Tantangan sekarang ini adalah mendisiplikan masyarakat untuk mengikuti protokol kesehatan. Masih ada sebagian warga yang menyepelekan virus korona. Saya mengajak seluruh masyarakat bersama-sama mengingatkan bila ada yang tidak menaati prosedur kesehatan,” ujar Rustan.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa