Follow our news chanel

Pemprov diminta segera fungsikan Bandara Perintis Botawa 

Pesawat perintis saat mendarat di Bandara Perintis Botawa, Kabupaten Waropen - www.waropenkab.go.id
Pemprov diminta segera fungsikan Bandara Perintis Botawa  1 i Papua
Pesawat perintis saat mendarat di Bandara Perintis Botawa, Kabupaten Waropen – www.waropenkab.go.id

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Papua, Tan Wie Long meminta Pemerintah Provinsi Papua segera memfungsikan Bandara Perintis Botawa di Kabupaten Waropen, Papua. Pembangunan Bandara Perintis Botawa telah rampung pada 2017, namun tidak kunjung difungsikan secara komersial.

Tan Wie Long menyatakan bandara belum juga difungsikan untuk penerbangan komersial, karena Pemerintah Provinsi Papua belum juga melimpahkan pengelolaan bandara kepada Pemerintah Kabupaten Waropen. “Bandara itu memiliki panjang landasan pacu 600 meter. Pembangunannya dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD provinsi dan APBD kabupaten (dan telah rampung sejak 2017),” kata Tan Wie Long kepada Jubi, Kamis (11/4/2019).

Masyarakat Waropen, demikian menurut Tan Wie Long, berharap bandara tersebut dapat segera difungsikan. Pasalnya, hingga kini Kabupaten Waropen hanya dapat dijangkau dengan akses laut dan udara menggunakan pesawat perintis. “Pemprov mesti segera menyikapi ini. Jangan sampai anggaran untuk pembangunan bandara dan fasilitasnya sia-sia,” ujarnya.

Kepala Bidang Udara, Dinas Perhubungan Kabupaten Waropen, Alberth Saway pada pertengahan Maret lalu membenarkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua belum melimpahkan pengelolaan Bandara Perintis Botawa kepada Pemerintah Kabupaten Waropen. Ia menyatakan kewenangan pengelolaan Bandara Botawa masih dibawah kendali Pemprov Papua.

Menurutnya, dalam proses pembangunan bandara perintis itu, Pemerintah Kabupaten Waropen hanya hanya menyiapkan lahan untuk lokasi bandara. Sedangkan pembangunan bandara dilakukan oleh Pemprov Papua. “Jadi kewenangan pengelolaannya kini masih berada di provinsi, dan belum diserahkan ke kabupaten,” kata Saway,

Selain belum difungsikan, pembangunan Bandara Botawa juga masih menyisahkan sengketa pembayaran hak ulayat. Hingga kini belum semua masyarakat pemilik ulayat di lokasi bandara mendapat pembayaran ganti rugi atas pembangunan bandara perintis itu. (*)

Loading...
;

Editor: Aryo Wisanggeni G

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top