Pemprov minta mahasiswa Papua fokus selesaikan studi  

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua minta mahasiswa asal Papua yang mengambil kuliah di beberapa provinsi di Indonesia untuk tekun belajar dan tidak melakukan hal-hal dapat merugikan diri sendiri.

Asisten Bidang Pemerintah Papua, Doren Wakerkwa, mengatakan Pemprov tidak pernah menyuruh ataupun menyarankan mahasiswa Papua untuk melakukan aksi demo menuntut Papua lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), seperti yang dilakukan pada 1 Desember 2018 di beberapa provinsi.

"Makanya, kalau mereka (mahasiswa Papua) yang kemudian bertentangan dengan negara dan kini berhadapan dengan aturan hukum yang berlaku, tidak ada toleransi sedikitpun dari pemprov untuk membela. Kalau salah ya berhadapan dengan hukum," kata Wakerkwa, kepada wartawan, di Jayapura, Senin (3/12/2018). 

Ia tekankan mahasiswa Papua yang mengambil studi di perguruan tinggi negeri atau swasta di seluruh Indonesia, tugasnya adalah kuliah. Setelah wisuda segera kembali ke Papua untuk membangun daerahnya, sebagai bangsa dan warga negara Indonesia.

Apalagi, ujar ia, pemberian beasiswa bertujuan untuk membantu putra dan putri asal Papua agar mendapat pendidikan lebih tinggi, sehingga mampu bersaing dengan generasi muda lainnya di seluruh Indonesia.

"Intinya, gubernur mengirim mahasiwa yang dibiayai negara, supaya selesai kuliah pulang ke Papua supaya membangun tatanan kehidupan pemerintahan dan pelayanan kemasyarakatan yang ada di tanah ini. Sebab sekali lagi tidak ada niat pemerintah provinsi mengajarkan mahasiswa untuk pergi ke provinsi di seluruh Indonesia atau ke luar negeri, lalu melakukan kegiatan seperti begitu," ujarnya.

Loading...
;

Diketahui, sebanyak 539 orang di sembilan kota ditangkap karena terlibat aksi memperingati 57 tahun hari kemerdekaan bangsa West Papua, Sabtu, 1 Desember 2018. Sebanyak 140 orang yang hendak melakukan long march dikurung di dalam areal kantor YLBHI, Jakarta, oleh aparat keamanan. 

Seperti peringatan 1 Desember yang lalu, tahun ini pun ditandai penangkapan terhadap orang asli Papua (OAP) dan masyarakat Indonesia yang mendukungnya. 

Menurut rilis United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), organisasi politik sipil gerakan Papua merdeka, sebanyak 95 orang masing-masing ditangkap di Jayapura Kota (41), Kabupaten Jayapura (44), dan Asmat (10) karena berpartisipasi dalam peringatan 1 Desember. 

Sementara di luar Papua, Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan FRI West Papua, gerakan solidaritas mendukung penentuan nasib sendiri West Papua, yang hendak melakukan aksi peringatan 1 Desember, juga ditangkap. Sebanyak 18 orang ditangkap di Kupang, 99 orang di Ternate, 43 orang di Ambon, 27 orang di Manado, 24 orang di Makassar, dan 233 orang digelandang ke Polwiltabes Surabaya pada Sabtu (1/12/2019) tengah malam. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top