Pemprov Papua ajak Pusat duduk bersama bahas HAM 

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Di Hari HAM Sedunia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mengajak pemerintah pusat untuk duduk bersama melihat dan mengkaji, secara mendalam seluruh pelanggaran HAM yang terjadi di tanah Papua.

"Mari kita menyatukan langkah dan kerja sama, baik Pemda Papua dan Pemerintah Pusat maupun stakeholder terkait lainnya, supaya bisa melihat apa-apa yang harus dilakukan dalam rangka penanganan HAM di Papua," kata Sekretaris Daerah Papua, Hery Dosinaen, di Jayapura, Senin (10/12/2018).

Kendati begitu dirinya tetap mengimbau masyarakat Papua tidak mengembangkan isu HAM dengan memprovokasi keadaan yang terjadi di Papua. 

"Silakan menyampaikan aspirasi sesuai jalurnya, sebab pemprov pun akan mendorong penegakkannya," ujarnya.

Dia menambahkan dunia memperingati hari HAM Internasional pada 10 Desember, melalui Deklarasi Universal HAM yang diadopsi Majelis Umum PBB pada tahun 1948. Ini merupakan pernyataan global yang pertama mengenai HAM yang tidak dapat dipungkiri.

"Deklarasi itu menyatakan setiap manusia berhak untuk memutuskan bagaimana dan di mana menjalani hidup, mengutarakan pendapat, menyembah Tuhan pilihannya sendiri, serta hal terkait lainnya," kata Hery. 

Loading...
;

Juru Bicara Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Ones Suhuniap, mengatakan pihaknya menyesalkan perlakuan aparat kepolisian Republik Indonesia yang masih saja membungkam ruang demokrasi, khususnya pada perayaan hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia 10 Desember 2018.

"Sejak pukul 08.00 Waktu Papua, polisi sudah menduduki titik-titik kumpul massa aksi, berusaha membubarkan aksi KNPB yang berlangsung di Jayapura dan di hampir seluruh Tanah Papua," kata Suhuniap.

Katanya, massa aksi dari Abe menuju ke Uncen diblokade aparat kepolisian. Sedangkan massa aksi dari Uncen bawah menuju Perumnas III dihadang aparat di depan Hola Plaza Ale-Ale Padang Bulan. Massa aksi dari Expo dihadang, mereka longmarch ke Perumnas 3.

"Di Timika sebanyak 50 aktivis KNPB ditangkap polisi," ujarnya. 

Sementara itu, Kapolresta Kota Jayapura, AKBP Gustaf Urbinas, mengatakan peringatan hari HAM Sedunia ini bukan murni lagi digerakkan mahasiswa namun sudah ditunggangi oleh KNPB.

"Mereka ini bertentangan ideologi dengan NKRI, sebagai Kapolres, pasti saya tidak memberikan ruang untuk mengadakan aksi menyuarakan hal hal di luar bingkai NKRI. Mereka sudah tidak murni mengangkat isu HAM," kata Urbinas. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top