Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pemprov Papua akan segera merelokasi warga dari kawasan Stadion Papua Bangkit

Stadion Papua Bangkit. – Jubi/Alex

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pemerintah Provinsi atau Pemprov Papua mengaku akan segera merelokasi permukiman warga yang tinggal di dalam kompleks Stadion Papua Bangkit, Kampung Harapan Sentani, Kabupaten Jayapura. Relokasi harus dilakukan untuk melanjutkan penataan kawasan Stadion Papua Bangkit yang akan menjadi tempat upacara pembukaan dan penutupan Pekan Olahraga Nasional atau PON XX Papua 2020.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Pemprov Papua, Hery Dosinaen di Jayapura, Jumat (21/2/2020). “Kami segera konsolidasikan agar [relokasi itu] rampung secepatnya. [Warga harus segera direlokasi] supaya penataan kawasan Stadion Papua Bangkit untuk perhelatan PON bisa segera dilaksanakan,” kata Dosinaen.

Ketua Harian Panitia Besar PON XX Papua, Yunus Wonda menyatakan warga yang tinggal di kawasan Stadion Papua Bangkit (Spaba) sudah siap untuk direlokasi. Untuk itu, pihaknya berharap Pemerintah Provinsi Papua untuk segera menyiapkan biaya ganti rugi bagi warga yang akan direlokasi.

Wonda menyatakan penataan kawasan Spaba nantinya akan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). “Sebenarnya mereka sudah siap untuk direlokasi. Hanya saja sekarang yang menjadi pertanyaan apakah Pemprov Papua sudah siap [membayar ganti rugi atau] tidak? Sebab, [pembayaran ganti rugi] itu bukan tanggung jawab PB PON Papua,” kata Wonda.

Wonda berharap Pemprov Papua bisa secepatnya merelokasi para warga yang masih bermukim di kawasan Spaba itu. “Sebab seluruh proses pembangunan dan penyiapan venue sudah harus selesai sebelum Juli 2020,” kata Wonda.

Sebelumnya,  Wakil Menteri PUPR, John Wempi Wetipo meminta Pemprov Papua segera merelokasi permukiman warga di kawasan Spaba. Relokasi itu menurut ia, harus dilakukan agar penataan kawasan Spaba bisa rampung sebelum PON XX Papua 2020 digelar.

Loading...
;

“Kurang lebih ada sekitar 23 rumah. Mari kita tuntaskan bersama, karena penataan kawasan ini secara keseluruhan tidak bisa kita lakukan kalau masih ada penduduk yang bermukim di kawasan itu,” kata Wetipo. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top