Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

Ketua Harian Satgas COVID-19 Papua
Ketua Harian Satuan Tugas COVID-19 Papua, William Manderi. - Jubi/Dok

Pemprov Papua akan terapkan PPKM mulai 1 Juli 2021

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pemerintah Provinsi Papua akan menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM berskala mikro mulai 1 Juli 2021. Hal itu dinyatakan Ketua Harian Satuan Tugas COVID-19 Papua, William Manderi di Kota Jayapura, Senin (28/6/2021).

Manderi mengatakan pemberlakukan PPKM Mikro di Papua akan mengikuti kebijakan pusat. Selama penerapan PPKM Mikro, aktivitas masyarakat bisa dilakukan mulai dari pagi sampai dengan pukul 20.00 WP.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Papua akan menerbitkan surat edaran terkait penerapan PPKM pada Kamis (1/7/2021). “Nanti ada surat edaran yang akan diterjemahkan oleh masing-masing [pemerintah] kabupaten/kota, ” kata Manderi.

Baca juga: Kematian COVID-19 meningkat, Papua wajib terapkan PPKM Mikro

Manderi menyatakan pemerintah kabupaten/kota harus menindaklanjuti surat edaran itu. “Yang terlihat sekarang, aktivitas warga [berlangsung] sampai pukul 22.00 WP, baik di warung makan, kafe, maupun [tempat] lainnya, dan tidak menerapkan protokol kesehatan. Itu perlu menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Selain membatasi aktivitas masyarakat, Manderi menyatakan pihaknya juga akan memperketat pengawasan kedatangan penumpang di pelabuhan dan bandar udara. “Kami lakukan itu dalam rangka mengantisipasi masuknya varian baru COVID-19, melibatkan teman-teman kesehatan untuk melakukan screening,” ujarnya.

Manderi menambahkan penerapan PPKM Mikro itu akan lebih ketat, dan melibatkan personel gabungan TNI/Polri maupun Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). “Setelah surat edaran keluar, maka penegakan [hukum] akan dilakukan. Kami mendorong agar sosialisasi soal vaksinasi kepada masyarakat terus dilakukan,” tegasnya.

Loading...
;

Secara terpisah, Jenny (40), warga Dok V, Jayapura Utara, Kota Jayapura, berharap ada kebijakan khusus atau pengecualian bagi warga yang sudah divaksin COVID-19 dari pembatasan dalam PPKM Mikro. “Ini hanya masukan saja. Tapi sepenuhnya kami tetap dukung kebijakan pemerintah memberantas COVID-19 di Papua,” kata Jenny. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Scroll to Top