HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Pemprov Papua Barat imbau kapal pesiar libatkan pemandu lokal

Foto ilustrasi Raja Ampat – Jubi/Intrepid Travel

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mengimbau kapal pesiar yang masuk ke wilayah perairannya melibatkan pemandu wisata lokal.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat, Yusak Wabia, di Manokwari, Senin (30/12/2019), mengemukakan pentingnya penggunaan jasa pemandu lokal juga menghindari kecelakaan seperti menabrak terumbu karang.

Ia mengatakan pemandu lokal lebih mengetahui kondisi wilayah mereka sehingga akan menghindari daerah-daerah yang rawan menimbulkan kecelakaan.

“Hanya masyarakat lokal yang mengetahui pasti kondisi wilayah dan cuaca laut daerah mereka sendiri. Mereka juga menjaga terumbu karang yang menjadi sumber kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia meminta kapal pesiar yang masuk ke wilayah Papua Barat, terutama Kabupaten Raja Ampat, menaati peraturan yang berlaku di daerah tersebut serta melibatkan masyarakat lokal yang menjadi pemandu wisata.

“Dengan melibatkan masyarakat lokal yang menjadi pemandu wisata kapal pesiar akan nyaman berwisata begitu pula perekonomian masyarakat lokal akan meningkat,” tambah dia.

Loading...
;

Sebelumnya, Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, Ranny Iriani Tumundo, menyayangkan peristiwa kandasnya kapal Aqua Blu di atas terumbu karang Pulau Wayag.

Ia menyampaikan sesuai aturan kapal pesiar yang melakukan perjalanan wisata di Raja Ampat, wajib memberitahukan pemerintah daerah setempat dan memenuhi persyaratan administrasi sebelum mengunjungi destinasi wisata.

Tidak hanya itu, kapal pesiar yang masuk ke Raja Ampat wajib membayar retribusi Tanda Masuk Kawasan Wisata (TMKW) kepada pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

“Apabila kapal pesiar melakukan hal tersebut maka dinyatakan resmi melakukan perjalanan wisata di Raja Ampat. Selain itu, kapal pesiar juga harus mematuhi alur pelayaran dan melibatkan masyarakat lokal yang menjadi pemandu wisata, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti menabrak terumbu karang,” katanya. (*)

Baca juga  Permen LHK diharapkan dorong pengakuan hutan adat

Editor: Dewi Wulandari

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa