Follow our news chanel

Pemprov Papua minta aktivitas  relokasi di area Arboretum dihentikan

Pemprov Papua minta aktivitas  relokasi di area Arboretum dihentikan 1 i Papua
Kondisi hutan yang sudah dialih fungsikan menjadi kebun warga – Jubi/dok

Jayapura, Jubi – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua meminta seluruh aktivitas yang diklaim tanpa izin (ilegal), di kawasan Arboretum yang terletak di Kemiri Sentani, Kabupaten Jayapura untuk dihentikan. Mengingat area seluas 33,3 hektare tersebut akan dijadikan tempat pembibitan aneka tumbuhan.

Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Daerah Papua, Noak Kapisa menyatakan kawasan Arboretum merupakan aset milik pemerintah provinsi Papua yang dilengkapi dengan sertifikat, sehingga tidak boleh ada aktivitas yang sifatnya merusak.

“Kami mendapat informasi saat ini alat berat sudah masuk juga ke lokasi itu, padahal itu aset milik pemerintah provinsi, kenapa bisa ada aktivitas tanpa ada izin. Untuk itu, kami akan menyurat secara resmi ke Bupati Kabupaten Jayapura,” kata Noak Kapisa di Jayapura kemarin.

Menurut ia, selain menyurat secara resmi ke pemerintah Kabupaten Jayapura, pihaknya juga telah menyurat ke Kapolres Jayapura agar melakukan pengamanan aset milik pemerintah.

“Suratnya sudah diberikan sekitar Mei lalu dan kami akan kirim ulang. Bahkan surat permohonan pengamanan juga sudah dilayangkan ke Polda Papua agar aset tersebut bisa segera diamankan dari berbagai aktivitas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jika merujuk pada sejarah, area seluas 33,3 hektare di kawasan Kemiri Sentani, sejak zaman Belanda lokasi ini diberikan untuk provinsi dalam hal ini Dinas Kehuatanan, karena memang fungsinya adalah untuk Arboretum sebagai penyeimbang antara Cagar Alam Cycloop dengan Danau Sentani.

“Lokasi dari dulu digunakan untuk mengoleksi berbagai tanaman, mulai dari jati hingga cemara. Namun belakangan ini ada banyak aktivitas pengambilan pasir sehingga membuat pohon-pohon yang ada rusak. Jadi kami ingin mengamankan kembali kawasan ini sesuai dengan fungsinya,” katanya.

Loading...
;

Secara terpisah. Kapolres Jayapura, AKBP Victor Dean Mackbon ketika dimintai keterangan mengaku pihaknya belum mendapat surat dari Pemprov Papua terkait permintaan pengamanan aset di kawasan Kemiri Sentani, Kabupaten Jayapura.

“Setahu saya, bapak bupati sudah bersurat ke gubernur terkait lahan tersebut untuk digunakan sebagai tempat relokasi warga yang terkena musibah banjir bandang,”

“Mungkin biar lebih jelas, silahkan konfirmasi ke tim transisi penanggulangan yang ada di Gunung Merah (Pemerintah Kabupaten Jayapura),” kata Kapolres Victor Mackbon melalui pesan whatsApp. (*)

Editor: Syam Terrajana

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top