HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Pemprov Papua terkesan lamban antisipasi merebaknya Covid-19

Ilustrasi Pandemi Covid-19 - Pixabay.com.
Pemprov Papua terkesan lamban antisipasi merebaknya Covid-19 1 i Papua
Ilustrasi Pandemi Covid-19 – Pixabay.com.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Makassar, Jubi – Anggota komisi bidang kesehatan DPR Papua, Namantus Gwijangge mengatakan ada sejumlah fasilitas pencegahan dan penanganan Covid-19 di Papua yang mesti segera dilengkapi pemerintah setempat.

Beberapa fasilitas itu di antaranya Thermal Scanner atau pemindai suhu tubuh di bandara dan pelabuhan. Karena hingga kini, sejumlah bandara dan pelabuhan di Papua belum memiliki alat pemindai suhu tubuh.

Pemprov Papua terkesan lamban antisipasi merebaknya Covid-19 2 i Papua

Selain itu, Dinas Kesehatan Provinsi Papua mesti segera melengkapi kebutuhan peralatan di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Papua.

“Ya barang itu sebenarnya sudah harus ada karena dinkes sudah punya laboratorium. Daripada kita gunakan dana untuk hal tidak terlalu penting, lebih baik dana utamakan barang ini harus ada,” kata Namantus Gwijangge kepada Jubi melalui telepon selulernya, Jumat (20/3/2020).

Kata Namantus Gwijangge, jika fasilitas di Labkesda Provinsi Papua sudah memadai, bisa saja ditunjuk Kementerian Kesehatan sebagai salah satu laboratorium yang dapat memeriksa spesimen pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19.

Jika uji sampel darah sudah dapat dilakukan di Papua, tidak perlu lagi mengirim sampel darah PDP ke Jakarta, karena butuh waktu berhari-hari untuk mengetahui hasilnya.

Selain itu ketika hasil uji sampel keluar, mesti langsung diserahkan ke Kementerian Kesehatan. Bukan kepada Dinas Kesehatan Provinsi Papua. Kementerian terkait yang akan mengumumkan apakah hasil uji sampel darah PDP (Pasien Dalam Pengawasan) itu positif Covid-19 atau tidak.

“Ini kebutuhan mendesak. Pemprov mesti segera mencari solusi. Setiap bandara dan pelabuhan mesti dilengkapi Thermal Scenner. Kebutuhan peralatan di laboratorium juga mesti lengkap. Apalagi pemprov telah menetapkan 13 rumah sakit rujukan di Papua, untuk merawat pasien yang mengalami gejala Covid-19. Sebelum itu peralatan itu ada, Papua tidak aman,” ujarnya.

Ia juga menilai, para pengambil kebijakan di Papua terlambat mengambil langkah antisipasi. Ia menduga, tanpa disadari penyebaran Covid-19 telah masuk ke Papua.

“Harusnya sejak wabah Corona pertama kali muncul di Wuhan, Cina pada Desember lalu, Papua sudah melakukan antisipasi. Tapi selama ini kita terkesan lambat bertindak, hanya sebatas bicara,” katanya.

Sementara Sekretaris Dinas Kesehatan Papua, Silwanus Sumule beberapa hari lalu mengatakan, Kepala Balai Litbangkes Papua sudah tiba di Jayapura. Ia membawa sejumlah material dan alat yang memungkinkan digunakan memeriksa spesimen PDP Covid-19 dan pasien terduga Covid-19 di Papua.

“Semua tenaga di Labkesda akan digunakan. Dibutuhkan tiga sampai enam jam untuk mendapatkan hasil tes. Dalam menjalankan tugasnya sebagai Laboratorium Pemeriksa Corona, Balai Litbangkes Papua akan dibantu para staf Labkesda Papua,” kata Silwanus Sumule.

Sumule berharap, penunjukan Balai Litbangkes Papua akan mempercepat pemberitahuan hasil tes positif Covid-19 kepada rumah sakit maupun Dinas Kesehatan di Papua. (*)

Editor: Edho Sinaga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pengumuman Lagu
"Tanah Papua"

Sehubungan dengan akan dilakukannya pendaftaran lagu “Tanah Papua” yang diciptakan oleh Bapak Yance Rumbino pada Direktorat kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, untuk itu disampaikan kepada seluruh pihak masyarakat yang mengklaim sebagai pencipta lagu “Tanah Papua”, diberi kesempatan untuk mengajukan klaim atau sanggahan lagu tersebut.