TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Pemuda Gereja Papua tanyakan hasil pemeriksaan kesehatan Victor Yeimo

Pemuda Gereja Papua
Pemuda Gereja-gereja Papua mengelar jumpa pers di Kota Jayapura pada Kamis (19/8/2021). - Jubi/Benny Mawel

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Forum Pemuda Gereja-gereja Papua mempertanyakan alasan tim dokter Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Jayapura yang belum menyampaikan hasil pemeriksaan Victor Yeimo kepada pasien maupun tim penasehat hukumnya. Hal itu dinilai ganjil, mengingat pemeriksaan itu sudah berlalu sepekan lebih.

Hal itu dinyatakan Forum Pemuda Gereja-gereja Papua dalam keterangan pers di Jayapura, Papua, Kamis (19/8/2021). Keterangan pers itu menghadirkan perwakilan Pemuda Katolik Provinsi Papua, Pemuda Gereja-gereja Baptis West Papua, Pemuda KIGMI Papua, Pemuda Gereja Injili di Indonesia, dan Pemuda Gereja Kristen Injili Papua.

Ketua Komisariat Pemuda Katolik Provinsi Papua, Alfosa Wayap menyatakan kebijakan untuk merahasiakan hasil pemeriksaan kesehatan Victor Yeimo dari Victor dan para penasehat hukumnya itu membuat publik bertanya-tanya. Wayap menyatakan Victor Yeimo berhak mengetahui hasil pemeriksaan kesehatan dirinya pada 10 Agustus 2021 itu.

“Keterbukaan hasil pemeriksaan Victor Yeimo sangat penting. Kami khawatirkan kemudian terjadi apa-apa terhadap Victor [Yeimo]. Publik akan bertanya-tanya,” kata Wayap.

Baca juga: PH Victor Yeimo terus menagih hasil pemeriksaan kesehatan kliennya

Victor Yeimo adalah juru bicara internasional Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan Petisi Rakyat Papua (PRP) yang ditangkap polisi pada 9 Mei 2021. Yeimo kemudian dijadikan tersangka dalam perkara yang dikaitkan dengan unjuk rasa anti-rasisme Papua pada Agustus 2019, dan ditahan di Markas Satuan Brimob Daerah Papua.

Unjuk rasa anti-rasisme Papua pada tahun 2019 adalah serangkaian unjuk rasa yang dilakukan puluhan ribu orang di berbagai kota di Papua dan Indonesia untuk memprotes ujaran rasisme yang disampaikan orang berseragam TNI kepada para mahasiswa Papua di Surabaya pada 16 Agustus 2019. Akan tetapi, banyak peserta unjuk rasa, termasuk para aktivis di Papua, yang ditangkap dan dipidanakan dengan tuduhan melakukan makar atau melawan penguasa.

TAPOL, organisasi non pemerintah yang mengampanyekan hak asasi manusia, perdamaian dan demokrasi di Indonesia, mempublikasikan  laporan berjudul West Papua 2019 Freedom of Expression and Freedom of Assembly pada 12 Agustus 2020. Laporan itu mencatat pada 2019 ada 20 warga yang tewas dalam pembubaran berbagai unjuk rasa anti-rasisme Papua. Selain itu, lebih dari 1.500 warga ditangkap dalam unjuk rasa atau rapat soal Papua. Kini Victor Yeimo menjadi salah satu akvitis Papua yang ikut dijadikan tersangka unjuk rasa anti-rasisme Papua pada 2019 itu.

Baca juga: Ribuan masyarakat Yahukimo minta pembebasan Victor Yeimo

Wayap menyatakan publik Papua bisa menilai tim dokter bertele-tele dalam menyampaikan hasil pemeriksaan kesehatan kepada pasien. Publik juga bertanya-tanya apakah Victor Yeimo dalam kondisi sakit atau sehat.

Publik juga bisa menilai bahwa negara lalai memenuhi hak Victor Yeimo, mengingat Yeimo dikabarkan sakit saat ditahan di Markas Satuan Brimob Daerah Papua. “Ini kelalaian negara menangani kasus rasisme di Papua. Menurut saya, perlu transparan,” kata Wayap.

Koordinator Litigasi Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia Papua, Emanuel Gobay saat dihubungi pada Kamis (19/8/2021) memastikan dirinya belum menerima informasi hasil pemeriksaan kesehatan Victor Yeimo. Gobay menyatakan ia akan bertanya lagi kepada Victor Yeimo, untuk memastikan apakah Yeimo sudah diberitahu hasil pemeriksaan kesehatannya.

“Saya akan cek besok. Apakah dokter sudah sampaikan ke Victor atau belum,” kata Gobay pada Kamis malam. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending


Terkini

JUBI TV

Oops, something went wrong.

Rekomendasi

Follow Us