Pemuda jadi pelopor perlindungan lahan gambut

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

PEMUDA harus menjadi pelopor perlindungan dan pemanfaatan lahan gambut di Papua. Luas lahan gambut di Indonesia semakin berkurang.

Lahan gambut di Indonesia tahun 2005 seperti dikutip dari "Sebaran Gambut dan Karbon di Sumatra dan Kalimantan tahun 2004" (Wahyunto, dkk: 2005) seluas 20,6 juta hektare atau 10,8 % dari luas daratan Indonesia–tersebar di Sumatera 35%, Kalimantan 32%, Sulawesi 3% dan Papua 30%.

Enam tahun kemudian, tahun 2011, luas itu berkurang. Data Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian dan Balai Penelitian Tanah, yang dikutip pantaugambut.id menyebutkan hanya sekitar 14,9 juta hektare yang tersebar di Sumatra 6,4 juta hektare (43%), Kalimantan 4,8 juta (32%) dan pulau Papua 3,7 juta hektare (25%).

Tahun lalu Jubi menurunkan laporan tentang luasan lahan gambut. Badan Restorasi Gambut (BRG) Indonesia menyebutkan sekitar 2.658.184 hektare luasnya. Badan Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua menyebutkan seluas 3.2 juta hektare, dan 2,6 juta hektare masih utuh.

Itu berarti 90 persen lebih yang masih utuh. Kerusakan lahan gambut sekitat 82 ribu hektare juga perlu direstorasi

"Kalau kita bisa lakukan fokus tindakan dengan 54 ribu hektare saja bisa menutupi target yang 82 ribu hektare tadi," kata Kepala Badan Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua, Noak Kapisa, ketika itu.

Loading...
;

Senin lalu, 12 November 2018, Pantau Gambut Indonesia menggelar seminar dan "University Roadshow Papua" di Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura. Kegiatan tersebut diikuti sejumlah mahasiswa dan pemerhati lingkungan.

Muhammad Teguh Surya dari Pantau Gambut Indonesia mengatakan pemuda dan masyarakat sipil dapat menjadi garda terdepan atau pelopor dalam upaya-upaya perlindungan dan pemanfaatan lahan gambut secara produktif di Papua.

"Pantau gambut sebagai inisiatif independen dari berbagai organisasi masyarakat sipil di Indonesia, yang bertujuan untuk mengedukasi dan meningkatkan partisipasi publik dalam mendukung keberhasilan perlindungan ekosistem gambut," kata Muhamad Teguh Surya.

Surya berharap agar kegiatan ini dapat menunjukkan peran pemuda dan masyarakat sipil dalam melindungi lahan gambut yang tersisa.

Ia menilai anak muda sebagai pelopor karena mereka dianggap sebagai agen perubahan. Oleh karena itu, mereka harus dibekali pengetahuan tentang lingkungan, sebab masih punya semangat dan inisiatif.

“Pengetahuan tentang lingkungannya sendiri terutama gambut, agar mereka (kelak) memimpin suatu daerah, kebijakannya bisa lebih tepat dan berpihak kepada kepentingan masyarakat dan kepentingan lingkungan, bukan terjadi seperti sekarang ini atau setengah-setengah,” katanya.

Pantau gambut sudah melakukan roadshow di delapan provinsi. Papua adalah provinsi terakhir yang dikunjungi.

Pantau Gambut, katanya, memantau kinerja pemerintah dalam mengimplementasikan berbagai komitmen untuk perlindungan dan pengelolaan gambut secara berkelanjutan. Salah satunya tertuang dalam Kepres Nomor 1 Tahun 2016 tentang Restorasi Gambut.

Pasalnya masyarakat hidup di lokasi (lahan) gambut, tapi tidak punya pengetahuan tentang gambut, bahkan minim. Karena itu, memberikan pengetahuan tentang potensi gambut dinilai sangat penting.

Menurut dia, masyarakat belum bisa memberikan manfaat ekonomi tinggi, karena di Papua masih mengambil sumber protein ikan untuk makan sehari-hari dan sagu.

"Pemanfaatan ini bagus karena tidak merusak alam, tapi dalam konteks ekonomi tentu perlu upaya-upaya untuk meningkatkan, tanpa harus merusak, sehingga perlu diversifikasi dari prodak-produk di sana dan perlu juga untuk melakukan penelitian lebih lanjut untuk melihat potensi-potensi lainnya di daerah," katanya.

Mahasiswa Jurusan Geologi Fakultas Teknik Uncen, Andrew, berharap tidak berakhir kali ini. 

Lebih dari itu perlu didorong oleh beberapa LSM terkait, agar mahasiswa juga dapat terlibat dalam penelitian dan pengawasan gambut di tempat mereka masing-masing. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top