Follow our news chanel

Penambang emas ilegal asal Kalbar ditangkap di Aceh

Ilustrasi borgol, pixabay.com
Penambang emas ilegal asal Kalbar ditangkap di Aceh 1 i Papua
Ilustrasi borgol, pixabay.com

Pelaku penambang emas liar di kawasan Krueng Nagan, di Desa Kabu Tunong, Kecamatan Seunagan Timur.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Suka Makmue, Jubi – Kepolisian Resor (Polres) Nagan Raya, Aceh hingga Rabu (12/2/2020) siang telah menangkap enam orang pria diduga sebagai pelaku penambang emas liar di kawasan Krueng Nagan, di Desa Kabu Tunong, Kecamatan Seunagan Timur. Para pelaku yang sudah ditahan tersebut masing-masing pemilik kapal dan pemodal berinisial MS 50 tahun, warga Desa Kabu Tunong, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya.

“Kemudian SP 36 tahun, warga Desa Panggong, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, ER 29 tahun, AB 31 tahun, HF 26 tahun, serta JU 39 tahun,” kata Kasat Reskrim AKP Mahliadi, Kamis, (13/2/2020).

Baca juga : Kepala suku Yahukimo diminta bersatu usir penambang emas illegal

Yahukimo, pintu masuk penambang emas ke Pegunungan Bintang

Penambang emas ilegal ditemukan tewas

Loading...
;

Keenam pelaku itu tangkap karena diduga melakukan aktivitas penambangan emas secara ilegal tanpa izin. Sedangkan barang bukti yang berhasil disita polisi di antaranya tiga buah jeriken ukuran 35 liter yang berisikan minyak solar, satu unit mesin kompresor warna orange, tiga lembar ambal penyaring emas warna hijau, satu buah besi penahan saringan emas, lima buah indang penyaring emas, serta emas pasir dengan berat sekitar satu gram.

Berdasarkan hasil penyelidikan polisi sebelum para pelaku berhasil ditangkap, pihaknya mendapatkan informasi bahwa di Desa Kabu Tunong, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya terdapat aktivitas penambangan emas dengan menggunakan kapal atau boat.

“Polisi kemudian bergerak menuju ke lokasi dan akhirnya berhasil mengamankan enam orang pelaku diduga membuka usaha penambangan tanpa izin,” kata Mahliadi menjelaskan.

Menurut dia, usaha penambangan tanpa izin yang diduga dilakukan para pelaku tersebut melanggar pasal158 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara (Minerba) juncto pasal 55 KUHP.

“Para pelaku melakukan tindak pidana usaha penambangan emas tanpa izin dengan cara menyedot pasir di sungai menggunakan kapal yang terdapat mesin sebagai alat penyedot dan penyaring,” kata Mahliadi menambahkan.

Pasir yang disedot tersebut diolah untuk memisahkan antara pasir dengan emas. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top