Follow our news chanel

Penambangan emas ilegal menimbulkan korban, ini kata Polres Lebong

Aktivitas tambang, pixabay.com

 

Penambangan emas ilegal menimbulkan korban, ini kata Polres Lebong 1 i Papua
Aktivitas tambang, pixabay.com

Dari enam orang yang menjadi penambang emas tersebut, dua di antaranya sudah meninggal dunia dan empat masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Lebong, Jubi – Kepolisian Resor Lebong, akan menindak pelaku penambangan emas liar pascakejadian meninggalnya tiga warga Desa Tambang Lebong, Kecamatan Lebong Utara di dalam lubang tambang pada Sabtu, (7/3/2020) temapo hari. Polisi sudah memasang garis polisi di lokasi kejadian, yang statusnya masih dalam penyelidikan.

“Kami upayakan refresif penegakan hukum, lubang sudah kita police line, kemudian untuk semua korban yang ada di rumah sakit itu yang penambangnya hanya enam dan sembilan orang lainnya penolong,” ujar Kapolres Lebong AKB, Ichsan Nur, usai meninjau lubang tambang maut di Desa Lebong Tambang, Minggu, (8/3/2020) kemarin.

Baca juga : Polisi: pembuatan kapal di tambang emas Siriwo tak kantongi surat izin

Izin tambang emas akan keluar, Kostan Natama: Belum ada kata sepakat

Loading...
;

ASN Yahukimo yang bekerja di tambang emas akan ditindak tegas

Menurut Ichsan, dari enam orang yang menjadi penambang emas tersebut, dua di antaranya sudah meninggal dunia dan empat masih menjalani perawatan di rumah sakit. “Kami tunggu, ketika sudah sehat akan segera dimintai keterangan,” kata Ichsan menambahkan.

Ia menjelaskan lokasi penambangan emas di kawasan gua kacamata di Desa Lebong Tambang dan sekitarnya itu dikuasi oleh perusahaan tambang PT TME yang memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) dengan luasan mencapai 8 ribu hektare dan masih berlaku hingga 28 tahun ke depan.

Berdasarkan catatan pihaknya 40 masyarakat Kabupaten Lebong berprofesi sebagai penambang emas dan itu terjadi sejak zaman Belanda sehingga pada 4 Agustus 2016.

Sedangkan korban meninggal dunia dan belasan orang lainnya menjalani perawatan di RSUD Lebong, akibat akibat kekurangan oksigen. “Bukan karena adanya asap generator listrik seperti yang diinformasikan semula, mengingat lebar lubang tambangnya berukuran hanya seukuran badan orang dewasa saja,” kata Ichsan menjelaskan.

Tercatat korban yang dirawat tinggal sembilan orang, sedangkan yang meninggal dunia sudah dimakamkan. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top