Follow our news chanel

Previous
Next

Penambangan ilegal di Solok Selatan diungkap polisi

Ilustrasi Tambang emas Porgera pada 2005 silam. - The Strategist/The Australian Strategic Policy Institute Blog
Penambangan ilegal di Solok Selatan diungkap polisi 1 i Papua
Ilustrasi Tambang emas Porgera pada 2005 silam. – The Strategist/The Australian Strategic Policy Institute Blog

Polisi menangkap tiga orang bersama sejumlah alat bukti dalam pengungkapan tersebut

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Padang, Jubi – Kepolisian Daerah Sumatera Barat mengungkap kasus penambangan emas ilegal tanpa izin di Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Polisi menangkap tiga orang bersama sejumlah alat bukti dalam pengungkapan tersebut.

“Ketiga orang itu adalah WP 27 tahun  yang bertindak sebagai pengawas lapangan. Kemudian pelaku YH 20 tahun sebagai operator alat berat dan I 37 tahun  pendulang emas,” kata Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto, Senin, (18/5/2020).

Baca juga : Warga Solok Selatan ini tertimbun tambang emas era kolonial

Polisi: pembuatan kapal di tambang emas Siriwo tak kantongi surat izin

Izin tambang emas akan keluar, Kostan Natama: Belum ada kata sepakat

Loading...
;

Menurut Setianto ketiga pelaku tertangkap tangan sedang melakukan penambangan di aliran sungai Pamong Gadang Jorong Nagari Lubuk Gadang Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan pada Selasa (5/5/2020) sekitar pukul 00.30 WIB.

“Bersama pelaku petugas mengamankan barang bukti berupa satu unit alat berat, mesin dompeng dan alat penyaring tambang serta dua unit telepon genggam,” kata Setianto menambahkan.

Tak hanya itu polisi juga menyita monitor, emas urai seberat 12,56 gram, timbangan digital dan satu jeriken berisi solar.

Kasubdit IV Direktorat Kriminal Khusus Polda Sumbar, AKB Bendot, menyatakan awal pengungkapan kasus ini karena adanya informasi dari masyarakat yang menyebutkan bahwa di lokasi tersebut terjadi aksi tambang ilegal.

“Kami sengaja menurunkan tim pada malam hari agar tidak diketahui masyarakat dan langsung tangkap ketiga orang itu,” kata Bendot.

Ketiga pelaku sudah dibawa ke Polda Sumbar untuk diperiksa lebih lanjut sementara barang bukti berupa alat berat dititipkan di Polsek setempat.

Pelaku disangkakan pasal 158 Undang-Undang RI Nomor 4 2009 Tentang Penambangan, Mineral dan Batu Bara juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP dengan ancaman kurungan maksimal 10 tahun dan denda Rp10 miliar.

“Kami tengah mengejar pemodal tambang berinisial K yang masih berkeliaran bebas. Pelaku itu menjadi DPO,” katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top