HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Lahan sagu di Kabupaten Jayapura lebih dari 4 ribu hektare

Hutan sagu di Sentani yang terbakar beberapa waktu lalu - Jubi/Engel Wally
Hutan sagu di Sentani yang terbakar beberapa waktu lalu – Jubi/Engel Wally

Penamanaman sagu terus dilakukan agar hutan sagu tetap ada.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Penanaman sagu di kampung Hawai, distrik Sentani, Kabupaten Jayapura yang dimulai mulai sejak tahun 2017 lebih dari 4 ribu hektare. Penanaman sagu  itu dibantu oleh dinas kehutanan Provinsi Papua.

“Penaman sagu sudah di lakukan 4 ribu hektare,” kata Ketua kelompok petani sagu, kampung Hawai distrik Sentani, Kabupaten Jayapura. Pdt. Albert Suebu, Senin (25/11/2019).

Baca juga : Demi pembangunan dan investasi, hutan sagu kian menyusut

Kelompok pencinta alam ajak pelajar tanam sagu

Sarana minim, produksi tepung sagu masih terbatas

Loading...
;

Suebu menyatakan penamanaman sagu tidak hanya berhenti di situ, namun terus dilakukan agar hutan sagu ini tetap ada.

“Di bagian kiri dan kanan jalan ini selain kita tanam nanti dari Club Pecinta Alam  (CPA)  mereka juga akan menanam di lokasi yang berjarak dua hektar,”  kata Suebu menambahkan.

Ia juga berharap agar penanaman sagu yang dilakukan tidak hanya dilakukan oleh petani dan pecinta alam, namun semua masyarakat dapat berpartisipasi.

Menurut dia, kelompok petani penanam sagu banyak yang mengalami kekurangan, sehingga perlu dukungan masyrakat luas agar tetap berjalan. Di antaranya melalui program sagu masuk sekolah yang akan mendapat perhatian lebih baik serta lokasi lebih dekat terjangkau  dari beberapa kelompok sagu yang ada dikabupaten Jayapura.

“Kalau bisa Pemda Kabupaten Jayapura, dinas Kehutan dan Instansi lain menjadikan tempat refresing juga,” kata Suebu menjelaskan.

Kepala dinas Kehutanan Provinsi Papua, Yan Yap L.Ormuseray, mengatakan pohon sagu paling banyak manfaatnya. Hal itu dibuktikan di Kabupaten Meranti  yang hutan sagunya tidak lebih dari 500  hektare. “Tapi masyarakat petani  yang di Meranti ini mereka hidup berkecukupan dari sagu,” kata Yan.

Menurut Yan hutan sagu di Papua pada tahun 1996 kurang lebih mencapai 4 juta hektare, namun kini telah berkurang banyak sekali karena hutan sagu mengalami alih fungsi  untuk pemukiman. Padahal, sagu merupakan salah satu tanaman yang manfaatnya luar biasa, dari isi, daun, batang dapat diolah menjadi banyak produk.

“Dua bulan terakhir dinas kehutanan Provnisni Papua memprasasai pelatihan jamur sagu di Yokyakarta bersama dengan PKK Provinsi Papua, dimana ampas sari patinya  sagu itu memilki nilai ekonomi,” kata Yan menjelaskan. (*)

Editor : Edi Faisol

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa