Pencaker di Bintuni palang kantor Disnakertrans

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Bintuni, Jubi – Puluhan pencari kerja (pencaker) dan sejumlah warga memalang kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Rabu pagi, 26 April 2017.

Koordinator aksi Nikson Kareth mengatakan, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni harus serius menangani masalah pengangguran yang belum diatasi di daerah ini. Dalam hal ini adalah soal penerimaan karyawan BP Tanggung LNG train 3 yang beroperasi di daerah tersebut. 

“Kami minta Pemda seriusi bagaimana mengatasi dan meminimalisir pengangguran yang ada di Teluk Bintuni. Ini terkait penerimaan kuota karyawan untuk BP Tanggu LNG terkait Train 3 harus diperjelas,” katanya. 

Pemerintah Kabupaten Kaimana bahkan dinilainya belum tegas dalam merekrut karyawan perusahaan itu. Pasalnya kuota karyawan untuk masyarakat adat sebanyak 4.000 orang. 

Maka dari itu, pihaknya meminta agar Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw tegas dalam menangani persoalan ini. 

Penerimaan karyawan di Train 3 BP Tangguh LNG sesuai nomor surat 04/029/BUP-TB/III/2017 disebutkan tak ditindaklanjuti. 

Loading...
;

“Kami pertanyakan surat edaran bupati tertanggal 17 Maret 2017 lalu, nomor surat 04/029/BUP-TB/III/2017 Perihal : Himbauan Rekrutmen/Lowongan Kerja LNG Tangguh Train 3 hingga sampai saat ini tertanggal 25 April 2017, tidak terlihat tanggapan dan tindak lanjut yang serius dari Disnakertrans sebagai instansi terkait, yang harusnya dapat mengakomodir pelayanan dan penyampaian publik yang tepat kepada para pencaker,” katanya. 

Massa memalang kantor Disnakertrans selaam tiga jam lamanya. Namun akhirnya dibubarkan oleh polisi dibawah pimpinan Kapolsek Kota Bintui, Iptu. Sakaria Tampo.

Dalam arahannya, Iptu Sakaria mengharapkan agar dari aksi ini tak terjadi dan tak menganggu pelayanan publik pada kantor Disnakertrans. Mereka juga harus mempunyai surat izin dari kepolisian tentang penyampaian pendapat di muka umum dan tempat umum.

“Saya harap para pencaker dan masyarakat bisa membubarkan diri seraya sambil mengkordinasikan hal ini kedalam bentuk pertemuan penyampaian aspirasi,” kata Iptu Sakaria. 

Namun mereka pun mengancam akan menurunkan massa lebih banyak lagi jika aspirasinya tak disikapi secara bijak. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top