Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Pendekatan keamanan tidak akan selesaikan masalah Papua 

Foto ilustrasi, pendaratan pasukan TNI menggunakan helikopter di lapangan terbang Bilogai, Kabupaten Intan Jaya, Papua, pada Desember 2019.- IST
Pendekatan keamanan tidak akan selesaikan masalah Papua  1 i Papua
Foto ilustrasi, pendaratan pasukan TNI menggunakan helikopter di lapangan terbang Bilogai, Kabupaten Intan Jaya, Papua, pada Desember 2019.- IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pemerintah diminta tidak memakai pendekatan keamanan untuk menyelesaikan masalah Papua. Penambahan pasukan TNI/Polri di Papua tidak akan menyelesaikan masalah di Papua, dan rawan menimbulkan kasus pelanggaran hak asasi manusia baru.

Hal itu disampaikan Ketua Pemuda Baptis di Tanah Papua, Sepi A Wanimbo, Selasa (21/1/2020). Wanimbo mengatakan operasi militer di Tanah Papua, termasuk dengan menambah pasukan aparat keamanan di Kabupaten Intan Jaya dan Nduga, tidak akan menyelesaikan konflik di Papua.

“Penyelesaian persoalan Papua yang paling efektif adalah dialog. Pemerintah Indonesia bisa menyelesaikan konflik di Timor – Timur dan konflik di Aceh melalui dialog. [Pemerintah mau] duduk satu meja dengan Gerakan Aceh Merdeka pada 2005, [dan menyelesaikan konflik di Aceh]. Namun [dalam] persoalan Papua, [konflik Papua] tidak ditangani secara serius,” kata Wanimbo.

Wanimbo menyatakan alih-alih menyelesaikan konflik di Papua, pemerintah justru menerapkan kebijakan yang menjadi masalah baru. “[Dalam menangani Papua, pemerintah] justru membuat masalah atau konflik terus menerus. Gaya kebijakannya membuat rakyat Papua hampir setiap hari korban jiwa,” ujarnya.

Menurut Wanimbo,  pendekatan keamanan di Papua seperti pendekatan keamanan pada masa Orde Baru, dan menjadi kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) baru.  “Kita lihat kasus, Biak berdarah, Wasior berdarah, Wamena berdarah, kasus penembakan Paniai, operasi militer di Nduga. Pendekatan keamanan ternyata menciptakan siklus kekerasan tanpa akhir,” katanya.

Ia menekankan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah merumuskan empat akar masalah konflik Papua. Wanimbo menyatakan pemerintah seharusnya mengikuti rekomendasi LIPI untuk menyelesaikan konflik di Papua dengan dialog.

Loading...
;

“Solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah Papua ialah dialog status politik yang jujur dan damai antara indonesia dan bangsa Papua. [Dialog itu harus berlangsung] tanpa syarat, dimediasi oleh pihak ketiga. Sejarah Pepera 1969 dalam mata orang asli Papua adalah catat hukum, catat moral, dan belum final, sehingga harus diluruskan,” kata Wanimbo.

Jika pemerintah Indonesia enggan berdialog untuk menyelesaikan masalah Papua, Wanimbo menyatakan pemerintah Indonesia sebaiknya membaca Pembukaan UUD 1945 yang menyatakan “kemerdekaan adalah hak segala bangsa”.

“Jadi, disini ada ruang yang sangat memadai bagi rakyat dan bangsa Papua Barat memiliki hak untuk menentukan nasib sendiri. UUD 1945 telah memberikan tempat bagi rakyat dan bangsa Papua Barat, maka pendudukan dan penjajahan Indonesia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikeadilan dan perikemanusiaan,” kata Wanimbo.

Sekretaris II Dewan Adat Papua (DAP) John NR Gobai juga menilai penambahan pasukan TNI/Polri di berbagai kantong kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) akan memanaskan situasi di Papua. Pendekatan keamanan seperti itu telah menimbulkan korban jiwa dari kalangan warga sipil, maupun dari pihak aparat keamanan.

Alih-alih membuat rakyat merasa aman, ribuan warga sipil akan mengungsi dari permukiman mereka, sebagaimana yang terjadi dalam konflik bersenjata di Nduga dan Intan Jaya. “Mestinya pemerintah pusat membangun komunikasi dengan kelompok-kelompok OPM, karena penambahan pasukan bukan solusi menyelesaikan masalah di Papua,” kata Gobai.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top