Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Pendekatan tiga tungku untuk pembangunan ekonomi Papua

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Prof Bambang Shergy Laksmono, dari Papua Centre Lembaga Penelitian Pengembangan Sosial Politik (LP2SP) FISIP Universitas Indonesia, menilai pembangunan ekonomi Papua harus dilakukan dengan pendekatan tiga tungku, yakni komoditas, konektivitas, dan in situ atau ekologi pekarangan. 

Hal tersebut disampaikan saat diskusi tentang Papua yang bertemakan "Gagasan, Analisis, dan Kompleksitas Pembangunan di Tanah Surga" yang digelar Kantor Badan Penghubung Pemerintah Daerah Provinsi Papua bekerjasama dengan Papua Centre-LP2SP UI, di Auditorium Komunikasi, FISIP UI-Depok, Kamis (25/10/2018).

Pendekatan tiga tungku untuk pembangunan ekonomi Papua 1 i Papua

Ia tekankan tidak ada kata terlambat untuk belajar tentang Papua, namun sebelumnya 

kita harus mengetahui apa sebenarnya permasalahan Papua. 

"Para peneliti di Papua Centre senantiasa melakukan kajian tentang Papua agar apa yang dihasilkan menjadi kontribusi dalam pembangunan Papua. Penelitian-penelitian itu  juga penting agar kita benar dalam membangun, bukan sekedar membangun," ujar Bambang, melalui rilis pers kepada Jubi.

Dalam konteks Papua, kata ia, kearifan lokal dan kebijaksanaan adat sebagai basis dalam pengaturan sumber daya dan kehidupan masyarakat menjadi sangat penting. 

Loading...
;

"Diawali dengan definisi pembangunan berbasis wilayah adat, sebagai orang kampus kami memandang perlu dilakukan kajian-kajian lebih lanjut untuk memastikan apakah kebijakan pembangunan wilayah adat itu juga berbasis perspektif adat misalnya," katanya.

Raimon, seorang peserta diskusi, mengusulkan sebaiknya Pemerintah Provinsi Papua mendirikan beberapa universitas di luar Jayapura. 

"Pembangunan universitas ini penting untuk mengantisipasi semakin banyak putra-putri Papua yang menamatkan pendidikan di tingkat SMA setiap tahunnya. Tentunya mereka ingin melanjutkan pendidikan di tingkat yang lebih tinggi. Dalam hal ini Papua Centre yang ada di UI siap mendampingi dan membantu pendirian universitas-universitas tersebut," kata Raimon, yang juga merupakan staf peneliti di Papua Centre UI.

Gemala, mahasiswi Pasca Sarjana Ilmu Kesejahteraan Sosial, yang ikut dalam diskusi menyampaikan agar kegiatan-kegiatan atau program-program yang sudah atau sedang dilaksanakan oleh pemerintah di Papua terus didesiminasikan kepada stakeholder dan pihak-pihak di luar Papua agar isunya lebih masif.

”Jadi orang-orang  yang ketika tahu apa yang terjadi di Papua, apa yang dapat dia lakukan di Papua jadi bisa tergerak dengan mengetahui informasi nyata tentang Papua langsung dari pemerintah Papua," kata Gemala. 

Untuk itu, ujar ia, penting untuk tidak hanya sekali ini saja melakukan kegiatan Papua Update ini, karena ini baru awal sehingga yang muncul dalam diskusi adalah opini-opini tentang Papua. 

"Ada baiknya Papua Update ini kembali dilaksanakan. Dengan demikian yang akan muncul ke permukaan nantinya adalah hal-hal teknis untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan di Papua sehingga bisa mendorong lahirnya regulasi-regulasi baru dari pemerintah," ujarnya.

Sementara itu, Badan Penghubung Pemerintah Daerah Provinsi Papua, Alexander Kapisa, mengaku senang LP2SP-UI melalui Papua Centre terus melakukan kajian-kajian tentang Papua di banyak bidang dan isu. 

"Ini akan sangat berguna nantinya untuk dijadikan bahan masukan dalam menyusun program-program membangun Papua yang tentunya kita mempunyai keinginan yang sama untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan yang merata di Papua," kata Kapisa. (*)

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top