Follow our news chanel

Pendeta dan pakar ekonomi berdebat soal UM Samoa

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Apia, Jubi – Pemimpin senior dari Gereja Assembly of God Church Samoa di Australia, Pendeta Taeauga Ropati Frost, telah mengkritik upah minimum (UM) Samoa saat ini, menggambarkannya sebagai ejekan pada pekerja lokal.

Pastor Frost, berasal dari Iva Savai'i, sekarang melayani di Australia, mengatakan UM sebesar $ 2,30 tala itu terlalu rendah untuk pekerja di Samoa.

“Gaji yang mereka berikan kepada orang-orang kita itu terlalu rendah,” tuturnya.

“Itulah sebabnya banyak wanita-wanita muda yang bekerja sebagai pekerja seks di negara ini, karena mereka tidak punya uang. Mereka tidak bisa hidup dengan $ 2.30 per jam. Seharusnya upah mereka $ 8 hingga $ 10 per jam. Orang-orang perlu uang untuk bisa bertahan hidup,” katanya.

Penolakan sejumlah pendeta-pendeta gereja dalam membayar pajak kepada pemerintah juga disinggung Pendeta Frost, yang menegaskan bahwa setiap orang harus membayar pajak.

“Masalahnya adalah karena pendeta-pendeta menolak untuk membayar pajak. Gaji mereka saat memasuki desa-desa dimulai dari $ 3.000 – $ 5.000 per minggu dan mereka menolak untuk membayar pajak? Dan mereka memiliki kendaraan-kendaraan yang menggunakan jalan dan infrastruktur lainnya? Negara kita perlu seluruh rakyat untuk berkontribusi, ekonomi kita perlu dikembangkan, sehingga setiap orang bisa mendapatkan manfaat yang merata.”

Loading...
;

Bukan hanya gereja, seorang profesor ekonomi juga mengatakan, idealnya, UM harus dihitung sesuai dengan produk domestik bruto (GDP) suatu negara.

Profesor itu, yang meminta agar namanya tidak disebutkan dalam perdebatan ini, mengatakan setiap orang Samoa berhak mendapatkan bagian yang sama dari pendapatan Samoa, dan ini dapat dihitung dengan melihat GDP per kapita negara itu. GDP lebih dari $ 2 miliar tala, UM yang ‘adil’ lebih mendekati $ 5.40 tala, menurut teori profesor tersebut.

Sementara itu Perdana Menteri, Tuilaepa Dr. Sailele Malielegaoi kembali mengkritik pendeta-pendeta yang mengadakan ibadah-ibadah yang terlalu panjang. Dalam kritikannya ia mensinyalir beberapa pelayan gereja, sengaja memperpanjang ibadah yang mereka pimpin agar upah mereka dari jemaat-jemaat semakin tinggi. (Samoa Observer)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top