Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Peneliti China sebut kecil kemungkinan penularan Covid-19 lewat sperma

Ilustrasi - Jubi. Dok
Peneliti China sebut kecil kemungkinan penularan Covid-19  lewat sperma 1 i Papua
Ilustrasi – Jubi. Dok

Riset para doktor di Shangqiu Municipal Hospital, China, terhadap 38 pria yang dirawat dengan penyakit tersebut menemukan bahwa enam di antaranya atau setara 16 persen, terbukti positif SARS-CoV-2 pada air mani mereka.

Papua No.1 News Portal | Jubi

London, Jubi – Para peneliti China yang menguji sperma pria pada pasien Covid-19 menemukan minoritas dari mereka memiliki virus corona dalam air mani, serta kemungkinan kecil penyakit tersebut ditularkan melalui seks.

Peneliti China sebut kecil kemungkinan penularan Covid-19  lewat sperma 2 i Papua

Riset para doktor di Shangqiu Municipal Hospital, China, terhadap 38 pria yang dirawat dengan penyakit tersebut menemukan bahwa enam di antaranya atau setara 16 persen, terbukti positif SARS-CoV-2 pada air mani mereka.

Para peneliti mengatakan bahwa sementara temuan itu masih awal dan hanya berdasarkan segelintir pria terinfeksi, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk melihat apakah transmisi seksual mungkin berperan dalam penyebaran pandemi Covid-19.

“Diperlukan riset lebih jauh sehubungan dengan informasi rinci mengenai pelepasan virus, durasi bertahan hidup serta konsentrasi dalam air mani,” tulis tim tersebut dalam studi yang dipublikasi di JAMA Network Open, Kamis, (7/5/2020) kemarin.

Baca juga :Covid-19 di Inggris banyak membunuh etnis minoritas

Loading...
;

Bersama sejumlah negara ini, Inggris dukung dan ketersediaan vaksin Covid-19

Petugas medis AS banyak terinfeksi Covid-19 di rumah sakit

Peneliti menyebut jika dapat dibuktikan bahwa SARS-CoV-2 dapat ditularkan melalui seks,  kemungkinan menjadi bagian penting dari pencegahan.

Para ahli independen mengatakan temuan tersebut menarik tetapi harus ditinjau dengan hati-hati, dan dalam konteks penelitian kecil yang lain, yang belum menemukan virus corona baru dalam sperma.

Riset kecil sebelumnya terhadap 12 pasien Covid-19 di China pada Februari hingga Mei menemukan bahwa seluruh pasien tersebut terbukti negatif SARS-CoV-2 dalam sampel air mani.

Profesor andrologi di Universitas Sheffield Inggris, Allan Pacey, mengatakan penelitian seharusnya tidak dianggap sebagai kesimpulan, sebab terdapat sejumlah kerumitan teknik pada pengujian virus dalam air mani. Menurutnya, keberadaan SARS-CoV-2 dalam sperma tidak menunjukkan apakah itu aktif dan mampu menyebabkan infeksi.

“Namun kita tidak perlu heran jika virus yang menyebabkan Covid-19 ditemukan dalam air mani sejumlah pria, karena ini telah ditunjukkan dengan banyak virus lainnya seperti Ebola dan Zika,” katanya.

Sementara itu, profesor medis reproduksi di Queen’s University Belfast, Sheena Lewis, menekankan “penelitian yang sangat kecil” dan temuannya sesuai dengan penelitian kecil lainnya yang membuktikan rendah atau tidak adanya SARS-CoV-2 dalam pengujian sampel air mani.

“Namun, efek jangka panjang SARS-CoV-2 terhadap reproduksi pria belum diketahui,” katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

 

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top