HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Peneliti limbah nikel di Madang, PNG sebut ada arsenik dalam limbah

Air di pantai sekitar Teluk Baasamuk, Madang, PNG berubah merah. Diduga karena tercemar limbah dari tambang Nikel Ramu – IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Bougainville, Jubi – Peneliti tumpahan limbah nikel di pertambangan Ramu, Madang, Dr.Alex Mojon mengatakan ada kandungan arsenik dan mercury dalam tumpahan limbah di Teluk Basamuk, Papua New Guinea (PNG) tersebut.

“Limbah yang tumpah per jam 1’700 m3 DSTP (Deep Sea Tailings Placement) yang sebanding dengan 1’700’000 liter. Terutama asam sulfat dengan pH 1,2, dan ribuan ton logam berat yang tidak menarik untuk dicapture dan dianalisa,” ungkap Dr. Alex Mojon kepada Jubi melalui surat elektronik, Jumat (22/11/2019).

Menurutnya ribuan ton logam berat itu terdiri dari 40 mikron fraksi biji logam.

Penduduk di Kampung Raicoast Provinsi Madang telah terdampak tumpahan limbah nikel ini selama bertahun-tahun. Mereka menuduh Pemerintah PNG telah mengabaikan kebijakan yang sangat penting yang akan menghentikan atau mengurangi dampak limbah perusahaan.

Perusahaan tambang milik China ini dituding membuang limbah tambangnya ke laut selama kurang lebih 15 tahun. Jika sebanyak1.700 m3 limbah beracun dibuang ke laut per jam, itu berarti 14,2 juta m3 per tahun selama 15 tahun.

“Dalam limbah juga ada sejumlah besar arsenik seperti yang saya temukan di analisis laboratorium kami. Namun CEPA (Chemical Engineering Postgraduate Association) tidak menganalisis arsenik dan juga merkuri, hanya beberapa logam berat lainnya,” lanjut Dr. Alex.

Loading...
;

Ia mengakui sudah ada bukti ikan-ikan terkontaminasi limbah. Karena itu ia menyarankan Pemerintah Provinsi Madang, PNG mengambil langkah-langkah antisipasi untuk menghindarkan penduduk di provinsi tersebut dari bahaya limbah beracun.

Kandungan arsenik dan mercury yang berlebihan bisa berdampak fatal pada tubuh manusia. Arsenik bisa mengakibatkan keracunan otak sedangkan mercury bisa mengakibatkan gangguan system pencernaan dan system saraf.

Baca juga  Salah seorang navigator asli Kepulauan Marshall tutup usia

Baca Tumpahan limbah nikel di laut PNG khawatirkan warga kota Jayapura

Meski demikian, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Papua menyatakan perairan Wilayah Pengelolaan Perikanan atau WPP 717 tidak terdampak tumpahan limbah pertambangan nikel Ramu di Madang, Papua Nugini. DKP tidak menemukan adanya ikan mati di WPP 717 yang merupakan penangkapan ikan wilayah bagian utara Papua. Jarak dari Provinsi Madang ke WPP 717 ini sekitar 638 km.

FX Mote, Kepala DKP berupaya meyakinkan warga Kota Jayapura bahwa kantornya akan mengambil sampel air laut di wilayah perbatasan, dengan melibatkan Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Badan Pengawas Obat dan Makanan, dan RSUD Jayapura dalam waktu dekat ini.

Terpisah, akademisi bidang kelautan Universitas Papua Manokwari Dr.Jemmy Manan,S.Ik, DEA, menyarankan Pemerintah Provinsi Papua segera membentuk tim terpadu yang bertindak cepat melakukan monitoring  terhadap dampak limbah tersebut.

“Meski beda negara, tapi Madang (PNG) berada dalam satu pesisir pantai dan bentang laut dengan wilayah laut Jayapura, Papua,” kata Dr, Jemmy.

Monitoring ini, menurutnya untuk memastikan apakah untuk memastikan apakah kandungan logal dalam limbah nikel di dalam air sudah melebihi standar baku mutu atau tidak. Jika kemudian hasil monitoring mengindikasikan bahwa pencemaran telah melebihi batas baku mutu, maka harus ada aksi-aksi untuk menjaga.

“Bahkan memberikan pelarangan sementara agar masyarakat tidak terdampak, terutama dalam mengkonsumsi ikan dan biota laut lainnya,” ujar Dr. Jemmy. (*)

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa